Walikota Turun ke Pasar, Petai Pedagang Ludes Diserbu ASN

Walikota Turun ke Pasar, Petai Pedagang Ludes Diserbu ASN

Walikota Turun ke Pasar, Petai Pedagang Ludes Diserbu ASN--ilustrasi

BENGKULU, RADARKAUR.DISWY.ID - Suasana Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu mendadak berubah drastis.

Jika biasanya lorong-lorong pasar tampak lengang, kali ini denyut aktivitas terasa padat sejak pagi.

Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bengkulu turun langsung ke pasar, berbaur dengan pedagang dan pembeli, menciptakan pemandangan yang jarang terjadi.

Kehadiran para pegawai pemerintah tersebut bukan tanpa tujuan.

Aksi belanja massal ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, sebagai bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali ekonomi pasar tradisional sekaligus menata wajah kota agar lebih tertib dan nyaman.

Wali Kota menegaskan, kebijakan ini tidak bersifat simbolis apalagi seremonial. Pemerintah Kota Bengkulu kini mendorong seluruh ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga jajaran satuan kerja pendukung pemerintah (SPPG) untuk aktif berbelanja di pasar tradisional, khususnya di dalam area PTM.

Menurut Dedy Wahyudi, pasar harus kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, bukan sekadar tempat pelengkap.

Ia mengajak semua pihak memberi contoh nyata dengan membiasakan diri berbelanja di lokasi resmi yang telah disediakan pemerintah.

“Ayo adik sanak, kito belanjo di dalam pasar. Pasar ini dibangun untuk masyarakat, jadi mari kita hidupkan bersama,” ujar Dedy dalam ajakannya yang kental dengan nuansa kekeluargaan.

Langkah ini juga berjalan seiring dengan proses penataan kota, khususnya relokasi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan KZ Abidin I.

Para PKL tersebut kini diarahkan masuk ke area PTM agar aktivitas jual beli tidak lagi mengganggu lalu lintas maupun keindahan kota.

Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka mengaku merasakan langsung dampak kehadiran ribuan pembeli “berseragam” yang memadati pasar.

Setelah lama menghadapi penurunan omzet akibat perubahan pola belanja masyarakat dan maraknya perdagangan daring, keramaian ini menjadi angin segar.

Mama Romo, salah seorang pedagang ikan, mengaku terharu melihat kondisi pasar yang kembali ramai. Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir pasar sering kali sepi hingga membuat pedagang kehilangan semangat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: