PR2Media Rilis Catatan Awal Tahun 2026: Militerisasi dan Privatisasi Kebijakan Media dan Ruang Digital
Ketua PR2Media, Masduki (kiri) saat peluncuran buku "Refleksi Awal Tahun 2026: Melawan Militerisasi dan Privatisasi Kebijakan Media dan Ruang Digital", di UC UGM, Sabtu (21/2 /2026). --(Foto: Dok. Panitia)
Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media) merilis Catatan Awal Tahun 2026 di UC UGM Bulaksumur Yogyakarta, Sabtu 21 Februari 2026. Dokumen ini menyoroti militerisasi ruang digital dan privatisasi kebijakan media sebagai ancaman serius bagi demokrasi Indonesia.
Berikut isi lengkap Catatan Awal tahun 2026 yang diterima redaksi radarkaur.disway.id yang dirilis PR2Media di Yogyakarta:
Dalam lima tahun terakhir, peringkat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) terus mengalami penurunan. Pada tahun 2021 posisinya berada di peringkat ke-52, tetapi tahun 2022 merosot ke posisi 54, kemudian turun ke-56 pada tahun 2023, dan tahun 2024 turun berada di posisi 59 dengan skor 6,44 dari skala tertinggi 10.
Salah satu indikator penurunan indeks ini adalah ketidakpastian hukum, khususnya regulasi media dan kinerja regulatornya.
Lahir pasca reformasi 1998, beragam regulasi dan regulator media seperti KPI, KIP tumbuh, mengalami eforia, politisasi, birokratisasi, hingga mengalami pelambatan kerja dan nir-relevansi kehadiran.
Memasuki tahun 2026 Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media) melihat belum ada indikator perbaikan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).
BACA JUGA:Gubenur Helmi Hasan Sampaikan Kabar Infrastruktur dan DBH saat Safari Ramadan di Kaur
Bahkan tahun 2025 terjadi banyak kasus yang berpotensi memerosotkan Indeks. Misalnya aksi terror kepala babi yang ditujukan kepada jurnalis Majalah Tempo karena sikap kritis melalui siniar Bocor Alus setiap hari Sabtu siang.
Terbaru, masyarakat sipil dikejutkan dengan rencana pembuatan RUU Penanggulangan disinformasi dan Propaganda asing.
Meski UU sejenis dibuat juga ada di negara demokrasi seperti Jerman, tetapi bagi Indonesia dengan pengalaman traumatik represi digital, RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing dapat menambah beban politik.
Guna merespon situasi umum media, kinerja regulasi dan regulator media selama tahun 2025, PR2Media menyusun dokumen refleksi awal tahun 2026 ini dengan tujuan:
(1) memberikan gambaran umum mengenai kinerja regulasi dan regulator media selama tahun 2025;
(2) mendokumentasi fakta dan peristiwa yang terkait regulasi dan regulator media yang terjadi selama tahun 2025;
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
