Kabar Gembira! Peluang Beasiswa BIB Kemenag 2026 untuk 1.900 Awardee, Tertarik?

Kabar Gembira! Peluang Beasiswa BIB Kemenag 2026 untuk 1.900 Awardee, Tertarik?

Kemenag terus mendorong para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) melakukan riset dan memanfaatkan pendanaan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)--ilustrasi

JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Kemenag terus mendorong para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) melakukan riset dan memanfaatkan pendanaan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk meningkatkan kualitasnya. 

Kemenag melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal, telah menyiapkan alokasi anggaran beasiswa BIB untuk 1.900 awarde pada 2026. 

“Menyambut Indonesia Emas 2045 mutlah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, karenanya para dosen harus menempuh jenjang Pendidikan tertinggi, hingga doktor,” tegas Kepala Puspenma Ruchman Basori dalam keterangan pers, Minggu 1 Maret 2026.

Sejak 2022, Kemenag berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, telah memberikan pembiayaan untuk BIB, bagi dosen PTK, dosen Agama di PTU dan Ma’had Aly serta aktor Pendidikan Keagamaan lainnya, seperti Guru, Ustadz, Kyai, Guru PAI di Sekolah, Tendik, Alumni Pendidikan Keagamaan, hingga pegawai Kementerian Agama.

BACA JUGA:Tak Ingin Berjuang Sendiri, Satpol PP Minta Seluruh Kades dan Warga se-Kabupaten Kaur Tangkap Ternak Liar

BACA JUGA:7 Gulai Khas Kabupaten Kaur Tinggi Protein, Cocok Buat Menu Sahur dan Buka Puasa!

Di hadapan puluhan Pimpinan UIN Mataram, Ruchman menjelaskan bahwa pada 2026, Puspenma Kembali akan merekrut calon Awardee BIB untuk kurang lebih 1.900 orang, S1-S3 di dalam dan luar negeri. 

“Dosen-dosen baru UIN Mataram yang sudah PNS segera studi lanjut S3, terutama ke Luar Negeri untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi di kancah nasional bahkan internasional,” harap Alumni IAIN Walisongo ini.

“BIB Kemenag memberikan full pendanaan dari mulai biaya studi, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku, dana seminar internasional, penulisan jurnal internasional, desertasi, hingga tunjangan keluarga,” terang Ruchman.

Selain soal BIB Kemenag, Ruchman juga mengajak kepada para dosen untuk memanfaatkan pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang sering disebut dengan MoRA The Air Funds. Pendanaan riset kolaboratif antara Kemenag dengan LPDP, untuk mendorong agar para dosen melakukan riset berdampak bagi pembangunan nasional.

BACA JUGA:7 Mahasiswa BJB Kabupaten Kaur Minta Kepastian Beasiswa Yang Tidak Cair Hingga Satu Tahun

BACA JUGA:Serangan Udara Amerika Serikat dan Israel Bikin Tragedi di Sekolah Putri, Korban Tembus 115 Orang

“UIN Mataram Adalah PT yang terbanyak mendapatkan Riset Indonesia Bangkit tahun 2024 dan 2025 baik jumlah tim maupun nilai nominal yang dikelolanya,” kata Ruchman.

Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) meminta agar para dosen dengan dikomandani LPPM untuk mempersiapkan proposal riset terbaiknya, untuk berkompetisi di tahun 2026 ini. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: