Pulau Maya dan Jejak Perkampungan Pasukan Kubilai Khan Sebelum Takluk oleh Raden Wijaya

Pulau Maya dan Jejak Perkampungan Pasukan Kubilai Khan Sebelum Takluk oleh Raden Wijaya

Dulu, Pulau Maya jadi transit dari Jawa ke China atau sebaliknya. Ada angin musim. Pulau Maya jadi persinggahan pasukan Tartar atau Mongol, untuk hukum Raja Singasari, Kertanegara. Mereka bangun perkampungan yang bisa mengarah ke Jawa atau China.--ilustrasi

PONTIANAK, RADARKAU.DISWAY.ID – Dinasti Mongol dikenal sebagai Dinasti Yuan (1271–1368). Dinasti berkuasa di Tiongkok selama hampir satu abad. Kubilai Khan mendirikan dinasti pada 1271. Setelah hampir satu abad, Dinasti Yuan runtuh pada 1368.

Dinasti Yuan menandai satu era, wilayah Tiongkok dikuasai penguasa asing (non Han). Han adalah etnis terbesar di Tiongkok.

Pada tahun 1289, utusan kerajaan Mongol dari Tiongkok, tiba di Kerajaan Singasari. Raja Singasari, Kertanegara menyambut rombongan di istana. Meng Chi, sang ketua rombongan menyampaikan maksud Kaisar Mongol, Kubilai Khan.

Kerajaan Singasari diminta takluk. Mengakui kekuasaan Mongol. Singasari harus memberikan upeti pada Mongol. Kertanegara marah pada utusan Mongol.

Singasari juga berkoalisi dengan Kerajaan Champa atau Kamboja. Adik Kertanegara bernama Tapasi diperistri Raja Champa, Jaya Simhawarman III, sekitar tahun 1287–1307.

Menikahkan anggota atau keluarga kerajaan kepada seorang raja di wilayah lain, merupakan diplomasi dan politik untuk jalin koalisi. Tak heran bila, Raja Champa menolak bantu Mongol, saat menyerang Kertanegara pada 1292.

Berdasarkan Kitab Pararaton, Kerajaan Singasari berdiri pada 1268. Ekspedisi Pamalayu telah meluaskan wilayah Singasari, tak hanya di Jawa. Kerajaan di semenanjung Melayu dan beberapa raja Sumatera telah ditaklukkan.

Dari sisi perdagangan, ekspediri Pamalayu memperkuat posisi Singasari di Laut Natuna Utara (red: Laut China Selatan) dan Selat Malaka, dalam bidang perdagangan.

Kertanegara terlalu percaya diri. Ia tak menyadari kekuatan dan kekuasaan Mongol. Ia potong telinga dan rusak wajah Meng Chi. Kertanegara mengusir utusan dan menyuruhnya kembali ke Tiongkok.

Rombongan Tiongkok pulang. Dari pelabuhan Tuban, armada bergerak ke Pulau Gelam. Selanjutnya, Pulau Maya, Pulau Natuna, Pulau Hainan (Taipei) dan Tiongkok.

Perjalanan melalui jalur laut, harus menyesuaikan angin musim.

Indonesia miliki dua musim. Pertama, angin Muson Barat, bertiup antara Oktober hingga April. Angin Muson Barat bawa hujan dan angin kencang. Angin bertiup dari barat atau barat laut.

Angin bawa uap air atau musim hujan dengan kecepatan angin tinggi. Musim ini sering memicu gelombang tinggi, terutama di perairan Indonesia bagian barat dan utara Jawa. Pelaut dari Asia menggunakannya menuju Australia.

Kedua, angin Muson Timur, bertiup antara Juni hingga September. Angin bertiup dari timur atau tenggara. Iklim cenderung kering. Angin membawa udara kering. Gelombang tinggi sering terjadi di bagian timur Indonesia. Musim ini sering digunakan pelaut, berlayar dari Australia menuju Asia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: