Masyarakat Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Kaur Jelang Lebaran

Masyarakat Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Kaur Jelang Lebaran

Masyarakat angkat bicara terkait kelangkaan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram di Kabupaten Kaur, yang disebut kembali terjadi menjelang Lebaran 2026. --ilustrasi

KAUR, RADARKAUR.DISWAY.ID – Masyarakat angkat bicara terkait kelangkaan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram di Kabupaten Kaur, yang disebut kembali terjadi menjelang Lebaran 2026. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada masyarakat kecil yang bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan harian.

Menurut masyarakat kelangkaan gas melon di wilayah ini bukan persoalan baru. Bahkan masalah serupa disebut berulang hampir setiap tahun ketika memasuki periode menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Persoalan ini harus serius dipantau oleh dinas terkait, karena hal ini berulang terjadi. Setiap tahun menjelang lebaran selalu ada keluhan seperti ini," kata Muslana salah satu pedagang makanan di Kecamatan Semidang Gumay, Minggu 15 Maret 2026.

Ia mengaku harus berkeliling hingga ke luar desa demi mencari LPG 3 kilogram. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas dalam tiga hari terakhir.

BACA JUGA:PGA Laporkan Gunung Marapi Erupsi Sabtu malam dengan Durasi 201 detik

BACA JUGA:Tes Urine di Terminal Merak, Dua Sopir Bus AKAP Terindikasi Konsumsi Narkoba

Menurut pengakuan warga, LPG 3 kilogram masih ada yang menjual dengan Harga diatas Rp30.000 per tabung, namun pembelian disebut tidak selalu mudah. 

"Ya kalau dia kenal dikasih, tapi kalau enggak kenal enggak dikasih, Pak,” ujarnya.

Seorang netizen di media sosial bahkan menyamakan sulitnya mencari LPJ 3 kg sama dengan sulitnya mencari jarum ditumpukan Jerami.

Masyarakat mendesak dinas terkait untuk segera turun langsung ke lapangan dan memastikan ketersediaan gas subsidi di tingkat masyarakat. 

Masyarakat menilai pengawasan tidak cukup hanya dari kantor, melainkan harus disertai pemeriksaan langsung ke pangkalan hingga pengecer.

BACA JUGA:Damkarmat Kabupaten Kaur OTT Tawon Vespa di Kelurahan Simpang 3

BACA JUGA:ANTUSIAS, Warga Desa Tanjung Agung Maje Gotong Royong Sambut Salat Ied Bersama Bupati dan Wabup

"Dinas terkait harus segera mencari solusi atas keluhan masyarakat, jangan cuma duduk di kantor. Harus cek kondisi di bawah, pangkalan dan pengecer harus disidak. Jangan sampai menjual di atas harga HET,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: