SENGKURE: Tradisi Unik Idul Fitri Suku Nasal Kabupaten Kaur yang Dinantikan!!

SENGKURE: Tradisi Unik Idul Fitri Suku Nasal Kabupaten Kaur yang Dinantikan!!

Masyarakat Suku Nasal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, memiliki tradisi unik yang hanya dapat disaksikan pada hari pertama Idul Fitri, yaitu Sengkure. --ilustrasi

KAUR, RADARKAUR.DISWAY.ID - Masyarakat Suku Nasal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, memiliki tradisi unik yang hanya dapat disaksikan pada hari pertama Idul Fitri, yaitu Sengkure

Tradisi yang telah diwariskan selama berabad-abad ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran.

Sengkure adalah manusia berpakaian yang terbuat dari ijuk  Pohon Aren, tikar tua, serta topeng menyeramkan. Pakaian itu lalu diikat dengan tali rafia atau akar tumbuhan agar terlihat semakin autentik.

Setelah persiapan selesai, maka manusia ijuk kemudian diarak berkeliling kampung. Melewati gang-gang sempit, melalui jalan Utama sambil menari dengan diiringi tabuhan musik tradisi.

BACA JUGA:1 Syawal 1447 H Ditetapkan 21 Maret, Mahfud MD Jadi Khatib di Al-Azhar

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Alokasikan 14,46 Miliar untuk Kabupaten Kaur

Masyarakat akan mengiringi, berkerumun disetiap jalan yang dilalui. Tua muda, anak-anak hingga dewasa akan turut antusias dalam prosesi.

Selama prosesi itu ada interaksi langsung antara Sengkure dengan warga. Ada yang ingin berjabat tangan dan banyak pula yang meminta poto Bersama dengan sengkure.

Tradisi ini melambangkan permintaan maaf dan memulai lembaran baru setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Tradisi ini tentu sangat menarik bagi perantau yang kembetulan pulang. Ajang ini menjadi momentum bersilaturahmi dengan kenalan, teman, kerabat dan handai taulan.

BACA JUGA:Arti Istilah Mokel, Godin dan Budim saat Puasa Ramadan, Ini Konsekuensi dan Cara Menebusnya

BACA JUGA:Pedagang Bumbu Diserbu Pembeli Jelang Lebaran

Dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu, Penggiat Budaya Kaur Meki Elyantoni menyampaikanTradisi ini tidak mengandung unsur mistis sama sekali, melainkan murni sebagai permainan rakyat yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: