Istana Tiba-Tiba Wacanakan WFH, Terkait Krisis BBM?
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Pemerintah masih menggodok wacana work from home untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swasta sebagai langkah efisiensi di tengah melonjaknya minyak dunia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pihaknya akan segera mengumumkan ke masyarakat apabila sudah selesai.
"Sedang kita godok, sedang kita finalkan nanti sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada masyarakat," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Sabtu, 21 Maret 2026.
Namun apakah wacana istana ini sebagai respon atas krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dialami Indonesia?
BACA JUGA:Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus
BACA JUGA:BMKG: Lebaran 2026 Masuk Pancaroba, Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Prasetyo menegaskan, kebijakan ini bukan disebabkan oleh gangguan pasokan energi. Menurutnya, kebijakan ini hanya sebagai momentum untuk mengoreksi diri.
“Insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman. Tetapi kita ingin menjadikan momentum ini bagian dari untuk kita mengoreksi diri, memperbaiki diri, mengefisienkan diri," jelasnya.
Terkait potensi dampak terhadap sektor ekonomi informal seperti UMKM, Prasetyo memastikan pemerintah akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
“Baru digodok, baru dirumuskan gitu. Tentu itu pasti kita pikirkan gitu ya," imbuhnya.
BACA JUGA:Sesitian Meriahkan Malam Takbir Idul Fitri
BACA JUGA:SENGKURE: Tradisi Unik Idul Fitri Suku Nasal Kabupaten Kaur yang Dinantikan!!
Sebelumnya, Pemerintah tengah menyiapkan aturan work from home (WFH) sebagai langkah efisiensi di tengah melonjaknya minyak dunia.
Rencananya, pemerintah akan menerapkan 4 hari Work From Office (WFO) dan 1 hari work from home (WFH).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
