4 Pegawai KPK Gadungan Berhasil Peras Ahmad Sahroni Sebelum Ditangkap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta publik untuk menunggu hasil pemeriksaan terkait pemerasan oleh empat orang yang mengaku sebagai pegawai lembaga antirasuah terhadap Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta publik untuk menunggu hasil pemeriksaan terkait pemerasan oleh empat orang yang mengaku sebagai pegawai lembaga antirasuah terhadap Anggota DPR RI sekaligus Bendahara Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Sahroni.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan, konstruksi utuh dari peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian, khususnya di Polda Metro Jaya.
"Untuk detailnya nanti seperti apa konstruksi utuhnya peristiwa ini, kita sama-sama tunggu. Karena memang saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Polda Metro Jaya ya. Jadi nanti kita tunggu hasil pemeriksaan tersebut," katanya kepada wartawan, Jumat, 10 April 2026.
Budi menyampaikan, konstruksi utuh dari peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA:Ngaku Utusan Pimpinan, 4 Pegawai Gadungan KPK Ditangkap
BACA JUGA:Prabowo Apresiasi Kejagung Selamatkan Rp31,3 Triliun dalam 1,5 Tahun: Bisa Bangun 34 Ribu Sekolah
"Peristiwa dengan mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK dan dapat mengatur perkara ini bukan yang pertama kali dilakukan," ucapnya.
Ia menyebut, KPK belum dapat memastikan dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
"Ini masih berlangsung proses pemeriksaannya, jadi kita tunggu hasilnya," ucapnya.
Ia juga menanggapi pemberian uang dari Sahroni karena tekanan atau sebagai bentuk dukungan kepada pimpinan KPK.
Selain itu, lanjut Dia, KPK juga belum mengonfirmasi informasi mengenai dugaan koordinasi Sahroni dengan pimpinan KPK terkait permintaan uang tersebut.
BACA JUGA:5 Strategi Utama PT Pertamina (Persero) Hadapi Gejolak Energi Global 2026
BACA JUGA:Menteri Hukum Minta Standarisasi Global dalam pengelolaan royalti musik dan lagu
"Ya nanti kami cek informasi itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
