KPAI Desak Pemda Copot Baliho Minuman Manis yang Menghasut Anak: Itu Merusak!

KPAI Desak Pemda Copot Baliho Minuman Manis yang Menghasut Anak: Itu Merusak!

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Pemda DKI Jakarta untuk mencopot baliho berisi iklan minuman manis di sudut-sudut kota.--ilustrasi

JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Pemda DKI Jakarta dan Pemda seluruh Indonesia untuk mencopot baliho berisi iklan minuman manis di sudut-sudut kota.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyebut bahwa saat ini anak-anak Indonesia sedang dikepung oleh narasi visual yang manipulatif. 

Produk Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) seringkali ditampilkan dengan kemasan warna-warni dan pesan iklan yang menggoda, padahal di dalamnya tersimpan risiko kesehatan jangka panjang yang sangat serius.

"Anak-anak kita belum memiliki kemampuan untuk memfilter mana yang baik bagi tubuh mereka. Di sinilah negara harus hadir melalui instrumen Perda Ketertiban Umum untuk membatasi iklan-iklan yang merusak ini di ruang publik," ungkap Jasra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 24 April 2026.

BACA JUGA:Menaker: Perluasan Jaminan Sosial Harus Menjangkau Pekerja Informal

BACA JUGA:KDMP dan UMKM Jadi Mitra Strategis Program MBG

Paparan iklan yang masif ini terbukti berdampak pada data di lapangan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan fakta miris bahwa separuh anak Indonesia usia 3-14 tahun menenggak minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. 

Imbasnya, prevalensi obesitas dan diabetes tipe 2 pada anak melonjak tajam, menciptakan beban anggaran yang sangat besar bagi negara melalui BPJS Kesehatan.

"Ada ironi yang nyata. Air mineral terkesan mahal, sementara es teh manis atau minuman pabrikan dijual Rp500 sampai Rp1.000. Ini bukan sekadar jualan, ini adalah ancaman nyata bagi modal kesehatan generasi emas kita," tegas Jasra.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait