MGBKI Duga Ada Intimidasi dan Pembungkaman di Kasus Kematian Dokter Internship di Jambi
Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) menduga adanya upaya intimidasi dan pembungkaman atas kematian dokter insternship di Jambi.--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) menduga adanya upaya intimidasi dan pembungkaman atas kematian dokter insternship di Jambi.
Ketua MGBKI, Prof. Budi Iman Santoso, dalam pernyataan resminya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas gugurnya setidaknya empat sejawat dokter muda baru-baru ini.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk ancaman, baik itu bersifat administratif maupun fisik terhadap peserta pendidikan, harus segera dihentikan.
"MGBKI menolak keras adanya victim blaming atau upaya menyalahkan korban. Segala bentuk usaha membungkam informasi, mengancam peserta pendidikan, hingga pemberian sanksi seperti perpanjangan masa pendidikan karena mereka menyuarakan keselamatan kerja, harus distop sekarang juga," tegas Prof. Budi dalam konferensi pers daring, Minggu 3 Mei 2026.
BACA JUGA:Sektor Informal Masih Mendominasi, Wamenaker: Pemuda Perlu Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Pihak MGBKI menilai, fenomena tumbangnya para dokter muda ini bukanlah insiden medis biasa, melainkan cermin dari kegagalan tata kelola yang sistemik.
Jam kerja yang dianggap tak manusiawi serta penugasan tanpa supervisi medis yang memadai menjadi poin-poin krusial yang disorot.
Lebih lanjut, Prof. Budi mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk tidak hanya menutup mata dengan berlindung di balik prosedur administratif. Ia mendorong adanya kanal pelaporan anonim yang aman bagi para dokter muda.
"Peserta pendidikan harus mendapatkan hak atas lingkungan belajar yang aman. Perlu ada perlindungan dari perundungan serta kanal pelaporan yang anonim dan terlindungi. Jangan sampai mereka takut melapor karena dibayangi sanksi," tuturnya.
BACA JUGA:1 Calon Haji Asal Bengkulu Meninggal di Madinah
BACA JUGA:Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Universitas Indonesia. Bupati Gusril : Ini Langkah Strategis
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal MGBKI, Prof. Teddy Prasetyono, menekankan bahwa para dokter muda ini adalah penentu masa depan dunia kesehatan Indonesia.
Menurutnya, pembiaran terhadap kondisi kerja yang eksploitatif sama saja dengan memutus rantai generasi penjaga kesehatan bangsa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: