Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Warga yang Paling Miskin dan Kurang Berdaya
Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu, 7 Juni 2026.--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
Presiden menekankan, tujuan utama program tersebut adalah memberikan kesempatan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
"Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya," ujar Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Presiden, pembangunan bangsa pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
BACA JUGA:Gusril Pausi Pimpin Golkar Kaur Masa Bakti 2026-2031
BACA JUGA:Korban Arisan Bodong Bertambah, LPK-RI DPD Bengkulu Buka Posko Pengaduan
Karena itu, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
"Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja kera,s di semua bidang," kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah pendaftar di SRMP 17 Tabanan telah mencapai sekitar 400 siswa, sementara kapasitas sekolah saat ini baru sekitar 270 siswa.
Menyikapi kondisi tersebut, Presiden meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mencari solusi agar lebih banyak anak dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
BACA JUGA:Perkara Korupsi, Mantan Kadis Pertanian Kaur Divonis 3 Tahun Penjara dan Denda 100 Juta
BACA JUGA:Gusril Pausi: Disiplin dalam Apel Pagi Akan Melahirkan Tanggung Jawab dalam Bekerja
"Berarti kita harus tambah secepat mungkin, nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahan. Ya kita upayakan," ujar Prabowo.
Presiden juga meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memanfaatkan fasilitas negara yang tersedia sambil menunggu pembangunan sekolah permanen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
