Hubungan Iran-AS Balik Memanas, Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah
harga emas dunia pada Rabu (08/07) terpantau kembali mengalami penurunan usai mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat dari titik terendah baru-baru ini.--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Setelah sempat menyentuh level tertinggi selama dua minggu, harga emas dunia pada Rabu (08/07) terpantau kembali mengalami penurunan usai mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat dari titik terendah baru-baru ini.
Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas dunia telah menurun 0,1 sebesar persen menjadi USD 4.100,32. Angka ini sendiri merupakan penurunan terendah sejak 2 Juli sebelumnya.
"Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,1 persen menjadi USD 4.112,50. Di tempat lain, harga perak spot turun 0,3 persenmenjadi USD 59,82 per ons, platinum turun 1,2 persen menjadi USD 1.620,38 dan paladium turun 1,6 persen menjadi USD 1.256,25," tulis data tersebut, pada Rabu (08/07).
Dalam data tersebut, disebutkan juga bahwa penurunan tersebut sendiri juga terjadi menyusul serangan AS terhadap Iran, yang meningkatkan harga minyak dan dolar.
BACA JUGA:10 Bakal Calon Ketua PWI Provinsi Bengkulu Ambil Formulir, Syarat Dukungan 20 persen
BACA JUGA:Harga emas hari ini per Gram, Mulai dari ANTAM, PEGADAIAN, UBS dan Galeri24
Kenaikan ini sendiri menimbulkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat membuat suku bunga tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, dan membebani emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
"AS Militer melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada hari Selasa dan mencabut izin yang memungkinkan negara itu untuk menjual minyak setelah tiga kapal tanker terkena proyektil di Selat Hormuz, yang memberi tekanan pada gencatan senjata yang sudah rapuh," tulis data tersebut.
Di sisi lain, harga minyak AS melonjak hampir 3 persen pada perdagangan awal, memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya, sementara dolar AS bertahan pada level tertinggi minggu ini terhadap sebagian besar mata uang lainnya.
Dalam hal ini, pasar juga telah meningkatkan taruhan mereka untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September menjadi lebih dari 67 persen kemungkinan, naik dari sekitar 57 persen pada hari Selasa, menurut alat CME FedWatch.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
