Tertinggi Sejak Bulan Mei, Harga Emas Sentuh Level USD 4.600
Harga emas dunia kini terpantau kembali melonjak naik hingga sukses mencapai level USD 4.600 per-ons lebih, menjadikannya sebagai level tertinggi sejak pertengahan bulan Mei 2026 lalu.--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Usai sukses menyentuh kisaran angka USD 4.500 per-ons pada minggu sebelumnya, harga emas dunia kini terpantau kembali melonjak naik hingga sukses mencapai level USD 4.600 per-ons lebih, menjadikannya sebagai level tertinggi sejak pertengahan bulan Mei 2026 lalu.
Dilansir dari data Trading Economics, harga emas dunia pada Senin (24/08) ini telah meningkat sebesar 0,97 persen ke kisaran USD 4.651.85 per-ons, dari angka sebelumnya yang berjumlah USD 4607.35 per-ons.
Kenaikan ini sendiri juga turut disusul dengan kenaikan harga perak, yang meningkat sebesar 0,46 persen ke level USD 69.358, dari harga sebelumnya yang berjumlah USD 68,03.
"Emas naik ke level tertinggi, usai kekhawatiran tentang pengelolaan utang AS dan keberlanjutan fiskal terus berlanjut," tulis data tersebut, pada Senin (24/08).
BACA JUGA:Harga Emas Sentuh Level Tertinggi, IHSG Berpotensi Menguat
BACA JUGA:Naik Rp 50.000, Harga Emas Antam Meroket Hingga Rp2.629.000
Dalam laporannya, Trading Economics juga turut menyatakan bahwa kenaikan tersebut juga terjadi setelah Departemen Keuangan secara tak terduga meningkatkan pembelian kembali utang pemerintah yang jatuh tempo lebih lama.
Intervensi ini mendorong imbal hasil obligasi dan dolar lebih rendah, menghidupkan kembali perdagangan devaluasi dan meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif penyimpanan nilai.
"Ketegangan geopolitik juga menambah kekhawatiran inflasi, yang berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi dan membatasi ruang untuk pemotongan suku bunga," tulis Trading Economics.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent juga telah resmi mengumumkan rencananya untuk meningkatkan nominal dukungan likuiditas untuk buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang, yakni tenor 10–30 tahun.
BACA JUGA:Balik Melejit, Harga Emas Antam Kini Dipatok Rp 2.616 Juta
BACA JUGA:Masih Penuh Tekanan, Harga Emas Balik Menurun Selasa Ini
Dalam hal ini, nominal buyback ditingkatkan dari sebelumnya maksimum USD 2 miliar per operasi menjadi minimum USD 4 miliar per operasi. Kebijakan ini akan efektif pada periode 9 September–4 November 2026.
Menyusul pengumuman ini, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sekitar 7 bps ke level 4,64 persen, dengan indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,9 persen ke level 98,8, disusul dengan kenaikan harga emas sebesar 4 persen ke level USD 4.520 per-oz.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
