Komisi IX Desak BGN Beri Kompensasi Korban Keracunan MBG

Komisi IX Desak BGN Beri Kompensasi Korban Keracunan MBG

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris --ilustrasi

JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kompensasi kepada korban yang terdampak keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Charles menilai anak yang mengalami keracunan dapat menghadapi dampak psikologis berupa trauma dan tekanan emosional. 

Sementara itu, keluarga korban juga dapat mengalami kerugian ekonomi karena harus mendampingi anak menjalani pengobatan.

"Ketika anak menjadi korban keracunan, maka yang terdampak bukan saja kesehatan anak itu. Tetapi dari sisi mental ada trauma di sana, belum lagi emotional distress," ujar dia, Selasa, 15 September 2026.

BACA JUGA:Kapolda Sumut Banding Putusan Praperadilan Arjoni, LBH Medan: Pertahankan Penghentian Penyidikan Bermasalah

BACA JUGA:Generasi Indonesia Bertutur: Ketika Indonesia Berhadapan dengan Disrupsi

"Belum lagi keluarganya mungkin karena harus mengantar anaknya berobat, tidak bisa bekerja, tidak bisa mencari nafkah. Sehingga harus ada mekanisme kompensasi ketika terjadi kasus-kasus keracunan," sambungnya.

Karena itu, ia juga mendorong BGN agar memberikan kompensasi kepada keluarga korban keracunan MBG.

Menurut Charles, pemerintah perlu segera merancang mekanisme tersebut karena kasus keracunan dalam program MBG dinilai berpotensi kembali terjadi apabila tidak ada perubahan mendasar dalam desain program.

"Jadi ada kompensasi yang mekanismenya harus dibuat dari sekarang. Karena saya cukup yakin bahwa kasus keracunan tidak berhenti di kemarin saja," ungkapnya.

Dia menilai data kasus yang ada menunjukkan perlunya evaluasi secara fundamental terhadap pelaksanaan program MBG. Tanpa perubahan tersebut, kasus keracunan dikhawatirkan terus berulang.

"Kalau kita lihat datanya, sepertinya tanpa ada perubahan secara fundamental dari desain program ini, maka kasus keracunan akan terus terjadi," ujar Charles.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait