Emas Kembali Merosot, Lonjakan Harga Minyak jadi Sorotan
Menyusul melonjaknya harga minyak hingga menembus USD 93 usai terhentinya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), harga emas kini telah balik merosot hingga kembali dijual di angka USD 4.250 per ons, per Senin (28/09) ini.--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Menyusul melonjaknya harga minyak hingga menembus USD 93 usai terhentinya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), harga emas kini telah balik merosot hingga kembali dijual di angka USD 4.250 per ons, per Senin (28/09) ini.
Dilansir dari data Trading Economics, harga emas kini terpantau melandai hingga sebanyak 98.06 poin, atau setara dengan 2,29 persen ke kisaran USD 4.186.94, dari posisi sebelumnya yang berjumlah sebesar USD 8.133.46.
Di sisi lain, harga beberapa komoditas lainnya pun juga terpantau mengalami penguatan yang bervariasi.
Contohnya seperti perak, yang ikut merosot turun sebesar 3,90 persen ke kisaran USD 61.754, dari harga sebelumnya yang berjumlah USD 62.657. Adapun komoditas tembaga, yang terpantau ambruk sebesar 1,56 persen ke harga USD 65.911.
BACA JUGA:Bupati Kaur Resmikan Jembatan Gantung Air Manula Kecamatan Nasal
"Emas mendekati level terendah dalam tujuh pekan karena negosiasi AS-Iran yang terhenti membuat harga minyak tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi, untuk mengekang inflasi," tulis data tersebut, pada Senin (28/09).
Di sisi lain, Iran mengatakan tidak akan melunakkan syaratnya untuk membuka jalur air yang strategis tersebut.
Sementara itu di AS, beberapa pejabat Fed mengutip pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan pasar tenaga kerja yang kuat sebagai alasan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan.
Dengan perkembangan tersebut, Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer menilai bahwa lingkungan suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga) ini.
"Angka inflasi atau ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat terus memberikan tekanan kenaikan pada imbal hasil obligasi dan semakin menekan harga emas," tutur Waterer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
