Dinkes Kaur Prioritaskan Penanganan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur menjadikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai salah satu prioritas utama. --ilustrasi
KAUR, RADARKAUR.DISWAY.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur menjadikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai salah satu prioritas utama. Berbagai upaya penanganan terus dilakukan guna menekan jumlah kasus kematian ibu dan bayi melalui peningkatan pelayanan kesehatan serta penguatan deteksi dini terhadap faktor risiko.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Sipta Miarip mengatakan melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kaur terus memperkuat deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil. Langkah ini terutama difokuskan pada penanganan anemia, hipertensi, preeklampsia, serta berbagai faktor risiko kehamilan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan ibu maupun janin.
"Kita Dinas Kesehatan Kaur terus berupaya menelan angka kematin ibu dan kematian bayi. Langkah yang kita lakukan yakni dengan deteksi dini teehadap faktor resiko," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaur.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kaur juga berupaya memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal care (ANC) sesuai standar. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen, memastikan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, serta memperkuat pemantauan selama masa nifas dan sistem rujukan.
Sementara itu, dalam penanganan kasus kematian bayi, Dinas Kesehatan Kaur menggalakkan pelayanan neonatal sejak bayi dilahirkan hingga melewati masa neonatal. Pelayanan ini bertujuan untuk mendeteksi dan menangani sedini mungkin berbagai kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan bayi, terutama pada periode awal kehidupan.
Penanganan secara khusus diberikan kepada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, bayi dengan komplikasi, serta bayi yang mengalami ikterus atau penyakit kuning. Pemantauan juga dilakukan terhadap bayi yang memiliki faktor risiko lainnya agar dapat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur menambahkan pada tahun 2026 tercatat sudah ada empat kasus kematian bayi yanh terjadi di Kabupaten Kaur. Sementara untuk angka kematian ibu, hingga saat ini masih nihil.
Dinas Kesehatan Kaur berharap melalui penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan deteksi dini, serta optimalisasi pelayanan di fasilitas kesehatan, angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan. Sinergi antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan tepat waktu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
