RADARKAUR.ID – Setelah melakukan pengujian pada 12 panganan. Maka Dinas Ketahanan Pangan BS memastikan masih ada pangan yang dijual memakai pengawet. Berdasarkan hasil uji laboratorium. Maka dipastikan Apel dan buah Kurma memakai bahan pengawet. Oleh sebab itulah masyarakat sebelum memakannya untuk sterilisasi atau mencuci makanan terlebih dahulu. "Buah-buahan dan sayuran masih ditemukannya memakai bahan pengawet. Kami himbau masyarakat untuk an sterilisasi atau mencuci makanan terlebih dahulu sebelum konsumsi," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan BS, Ikandar AZ kepada awak media, Senin (12/04). Lanjutnya, pihaknya memastikan hal ini berdasarkan pengambilan sampel tersebut dari Pasar Tradisional Ampera dan Pasar Modern BS. Kini contoh yang mereka ambil disimpan di kantornya. Mereka melakukan pengujian ini atas permintaan masyarakat. Dengan adanya kepastian ini maka masyarakat BS bisa lebih berhati-hati. "Masyarakat harus berhati-hati dalam mengkonsumsi bahan makanan. Karena, masih banyak bahan pengawet," ungkap dia.(rjs)
Buahan Di BS Pakai Pengawet
Rabu 14-04-2021,13:21 WIB
Reporter : Admin Radar Kaur Online
Editor : Admin Radar Kaur Online
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-04-2026,19:41 WIB
Pelatih Borneo FC Puji Mentalitas Pemainnya Pasca Kudeta Persib Bandung
Kamis 30-04-2026,20:03 WIB
Misi Kembali ke Puncak Klasemen, Persib Bandung masih Ditahan Bhayangkara FC
Kamis 30-04-2026,19:20 WIB
JKP Jadi Bantalan Sosial Pekerja yang Kehilangan Pekerjaan
Kamis 30-04-2026,19:30 WIB
250 Mobil Modifikasi Terbaik Siap Guncang The Elite Showcase 2026 di ICE BSD
Kamis 30-04-2026,19:17 WIB
Wujudkan Tempat Kerja Aman, Kemnaker Gencarkan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3
Terkini
Kamis 30-04-2026,20:03 WIB
Misi Kembali ke Puncak Klasemen, Persib Bandung masih Ditahan Bhayangkara FC
Kamis 30-04-2026,19:41 WIB
Pelatih Borneo FC Puji Mentalitas Pemainnya Pasca Kudeta Persib Bandung
Kamis 30-04-2026,19:30 WIB
250 Mobil Modifikasi Terbaik Siap Guncang The Elite Showcase 2026 di ICE BSD
Kamis 30-04-2026,19:20 WIB
JKP Jadi Bantalan Sosial Pekerja yang Kehilangan Pekerjaan
Kamis 30-04-2026,19:17 WIB