Seperti yang dirasakan salah satu kurir ekspedisi Ninja, Sirjon (37) warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.
BACA JUGA:3 Desa Wisata di Kaur Prioritas Program Penerangan
BACA JUGA:Banjir, Petani Jagung Merugi Rp 299,4 Juta
Ia menyampaikan bahwa kenaikan BBM tersebut sudah pasti akan mempengaruhi.
Biaya transportasi dia untuk menjalankan tugasnya mengantarkan barang ke konsumen akan bertambah.
Biasanya dia mengeluarkan untuk mengantarkan barang-barang dari kantornya ke konsumen cukup dengan membeli BBM pertalite Rp15.000 perhari.
Namun dengan kenaikan tersebut sudah pasti pengeluaran untuk membeli pertalite akan bertambah.
BACA JUGA:Begini Kondisi Dokter Spesialis yang Alami Kecelakaan
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Pulang Salat Subuh, Warga Padang Panjang Meninggal Ditabrak
"Kalau saya sudah pasti untuk membeli pertalite naik juga. Biasanya Rp15.000 perhari dengan kenaikan ini setidaknya harus menyiapkan 20.000 sehari. Kenaikan ini cukup tinggi," sampainya, Sabtu 3 September 2022.
Disisi lain, Sudir (38) warga Tanjung Agung seorang pedagang sembako juga menyampaikan kekhawatirannya.
Terkait naiknya harga BBM tersebut yang cukup tinggi diyakini akan berdampak naiknya harga-harga sembako.
Akibat naiknya harga sembako ini akan berdampak pada bertambah modal yang lebih tinggi untuk membeli barang dagangan berikutnya.
BACA JUGA:Telusuri Pelaku Tabrak Lari, Satlantas Putar Ulang CCTV
BACA JUGA:Sungai Meluap, Jalinbar Sumatera dan Puluhan Rumah Kebanjiran, 4 Hampir Terendam
Namun yang paling mengkhawatirkan daya beli masyarakat semakin menurun.