Siapa Membunuh Putri (23): Bongkar Makam

Minggu 25-09-2022,07:44 WIB
Reporter : Adminradarkaur
Editor : Adminradarkaur

Saya sarankan Mila menenangkan diri dulu. Pulang ke Padangbelakang. Ketemu orang tua dan keluarga. ”Kalau nanti sudah tenang. Telepon saya, ya. Saya nanti yang ngomong sama Mbak Nana dan Bang Eel, soal pekerjaan buat kamu itu.” Saya minta Edo mengantarkan Mila ke pelabuhan penyeberangan di Sekumpang.  Edo lalu mengantarku kembali ke kantor, sebelum dia berangkat lagi mengantar Mila. 

Tentang pelecehan Beni kepada Mila memang tak saya ceritakan kepada Bang Eel. Tapi saya menyampaikannya kepada Bang Jon. Bukan mengadu, rasanya tak tahan juga menyimpan kemarahan itu sendirian. Andai Mila tak meminta untuk tak melaporkan ke polisi saya pasti sudah membuat laporan.  

Kembali dari mengantar Mila, Edo uring-uringan. Rupanya, sepanjang perjalanan Mila bercerita juga padanya.  Edo bilang padaku kalau ketemu itu si Beni mau dihajarnya.  ”Kamu jangan bikin persoalan jadi makin ribet, Do,” kataku, ”kalau kamu mau bantu, nanti kalau Mila sudah mau dan mulai kerja di sini, kamu jaga dia.” Edo mengiyakan permintaan saya.

Sementara itu tim penyidik baru kasus pembunuhan Putri bergerak cepat. Memang tak banyak ekspose. Untungnya kami selalu dapat bocoran dari Brigadir Hilmi.  Kami kirim Nurikmal ke Palembang, ikut saksikan pembongkaran makam Putri, lalu diotopsi di RS polisi di kota itu.   

Dari foto-foto dan laporan Nurikmal terbayang makam yang mewah dan kokoh.  Seperti makam tokoh besar yang sudah lama mati. Seperti sengaja agar sulit dibongkar.  Polisi sampai mengerahkan alat berat.  “Ada drama lagi di sini,” kata Nurikmal melapor lewat telepon. Keluarga Putri, terutama sang ibunda menghalang-halangi pembongkaran makam Putri.  

Persis sama seperti di sidang-sidang pembacaan dakwaan di Batam yang berakhir dengan putusan sela yang mengarah ke AKBP Pintor itu. 

“Terus gimana?”

“Ya, diamankan. Dibawa polisi. Orang-orang yang dikerahkan juga diusir polisi semua.”

“Orang-orang itu siapa?”

“Katanya keluarganya, tapi kayaknya orang suruhan semua.”    

“Fotonya dapat, nggak?  Kalau tak dapat minta sama fotografer grup kita di sana,” kataku. “Otopsinya kapan?”

“Katanya besok. Saya di sini sampai otopsi selesai, ya, Bang?” tanya Nurikmal.

“Ya, cari berita sisi-sisi lain yang unik ya,” kataku.  

Laporan Nurikmal dari Palembang menjadi headline berita kami beberapa hari. Oplah bertahan di angka tertinggi yang pernah kami capai.  Upaya kami merawat pasar berhasil. Meskipun tidak ada berita yang menggebrak. Tak selalu memang ada berita besar.  Sementara perhatian publik masih pada kelanjutan kasus pembunuhan Putri.  

Satu laporan Nurikmal yang dibicarakan pembaca koran kami di Borgam adalah tentang kekayaan keluarganya di Palembang. Rumahnya megah seperti istana. Ibunya mengelola banyak perusahaan termasuk dealer mobil dan hotel. ”Kaya banget, Bang,” kata Nurikmal.  

”Jadi keluarga mereka itu sudah kaya dari dulu ya?” tanyaku.

Tags :
Kategori :

Terkait