Nenek tua tersebut diberi pesan untuk mengambil sebuah Lesung ketika mendengar suara gemuruh yang besar.
BACA JUGA:Tantang Ratu Belanda, Sultan Agung Mataram Hanyakrakusumo 2 Kali Gempur Batavia
BACA JUGA:Lomba Panjat Pinang, Ultah Ratu Belanda dan Penghinaan Martabat Bangsa Indonesia
BACA JUGA:Tuah Ratu Belanda Tak Moncer, Bangun Tidur Harta Low Tuck Kwong Menguap Rp 134 Triliun
Tidak lama, suara gemuruh pun terdengar dan muncul air dari tanah dan menenggelamkan semua masyarakat yang ada di desa tersebut yang sedang berpesta.
Kecuali nenek yang baik hati.
Mulai dari itu, daerah tersebut diberi nama Rawa Pening.
Demikian cerita Rakyat terbentuknya Rawa Pening.***