Heboh Isu Rasisme Marc Klok, Persib: Tuduhan Serius Harus Berdasarkan Fakta

Sabtu 02-05-2026,18:45 WIB
Reporter : Dimas Rafi
Editor : Muhammad Isnaini

JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Persib Bandung merespon adanya dugaan kapten Panggeran Biru, Marc Klok melakukan aksi rasisme terhadap pemain Bhayangkara, Henri Doumbia.

Kericuhan adanya dugaan rasisme yang dialami penyerang Bhayangkara ini diterima ketika The Guardians Of Saburai dipaksa tunduk oleh Persib Bandung 2-4.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung pada Kamis, 30 April 2026.

Melihat dugaan rasisme itu, Persib Bandung menegaskan selalu menjunjung tinggi nilai integritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman.

BACA JUGA:Komdis Hukum Fadly Alberto 3 Tahun dan Sanksi 4 Pemain Bhayangkara FC U-20

BACA JUGA:Misi Kembali ke Puncak Klasemen, Persib Bandung masih Ditahan Bhayangkara FC

Klub yang saat ini memuncaki klasemen sementara Super League 2025/2026, tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun.

"Persib juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap anggota timnya," tulis keterangan resmi Persib Bandung dikutip pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Persib Bandung pun memberikan dukungan penuh terhadap isu yang tengah mencuat jebolan FC Utrecht atas tudingan rasisme.

"kami menyatakan dukungan penuh kepada kapten tim kami, Marc Klok, yang telah menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasisme sebagaimana yang dituduhkan," jelasnya.

BACA JUGA:Pelatih Borneo FC Puji Mentalitas Pemainnya Pasca Kudeta Persib Bandung

Lebih jauh, Persib menekankan bahwa tuduhan serius seperti rasisme harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas, bukan spekulasi.

"Setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas. Oleh karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak berwenang," tegas klub.

Persib juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh situasi dengan opini yang belum terverifikasi.

"Kami mengajak semua pihak untuk tidak berspekulasi serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia," tutup pernyataan tersebut.

Kategori :