JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Menyusul pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), terlebih Ditengah-tengah maraknya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama dengan XLSMART kembali menekankan pentingnya pengembangan keterampilan atau skill individu untuk menghadapi berbagai tantangan dunia ketenagakerjaan.
Dalam hal ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli juga menambahkan bahwa terkini, tantangan ketenagakerjaan ke depan tidak hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga membekali tenaga kerja Indonesia dengan future skills yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Kepada generasi muda, stay relevan dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school," tegas Yassierli kepada media secara daring, pada Jumat (03/07).
Adapun tantangan tersebut salah satunya adalah pesatnya perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, dan otomatisasi.
BACA JUGA:Usai Kasus dr Icha, Kemenkes Ingatkan Hak Nakes Hentikan Pelayanan Saat Diintimidasi
BACA JUGA:PWI Bengkulu Buka Pendaftaran Calon Ketua, Konferprov Digelar 18 Juli
Menurutnya, perkembangan AI, Internet of Things (IoT), dan teknologi digital lainnya akan terus mengubah kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itulah, dirinya turut menegaskan bahwa peningkatan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal akibat disrupsi teknologi.
"Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya," tegas Yassierli.
Gelar Pelatihan Bersama XLSMARTDalam mewujudkan komitmen tersebut, Kemnaker sendiri juga telah menjalin kerjasama dengan XLSMART dalam menggelar memperkuat kolaborasi pelatihan vokasi melalui Program Future Ready.
Diketahui, kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai lokasi pelatihan.
Selain itu, kerjasama tersebut juga akan mencakup pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan pelatihan Internet of Things (IoT), sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi pemagangan, rekrutmen, dan penempatan kerja bagi peserta pelatihan.
"Kami berharap, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kesepahaman, tetapi diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Yassierli.