Waspada, Buku Nikah Diduga Aspal Beredar di Sumut

Jumat 16-10-2026,17:40 WIB
Reporter : Syamsir Alam
Editor : Muhammad Isnaini

MEDAN,RADARKAURDISWAY.ID- Peredaran buku nikah yang diduga asli tapi palsu (aspal) di Sumatera Utara (Sumut) patut diwaspadai. Dugaan tersebut mencuat di Kota Medan pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, buku nikah itu tercatat diterbitkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Simalungun, padahal prosesi akad nikah disebut-sebut dilaksanakan di Kota Medan.

Dugaan kejanggalan muncul lantaran seorang pria yang masih terikat pernikahan sah secara negara, diduga menikah lagi tanpa melampirkan dokumen perceraian. Meski demikian, buku nikah baru untuk pernikahan keduanya tetap terbit dari KUA Simalungun.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan soal prosedur dan pengawasan penerbitan buku nikah di lingkungan Kemenag. 

BACA JUGA:Kuasa Hukum Desak Kejati Sumut Hentikan Dugaan Kriminalisasi Franstio Johan di Labusel

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Qosbi Nasution, mengatakan oknum penghulu yang menikahkan tersebut telah pensiun.

"Hapnan Simbolon sudah pensiun, komunikasi dengan Kasi Bimas Islam Simalungun," jawab Qosbi singkat kepada wartawan.

Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Simalungun, Bahrum Saleh. Ia mengaku tidak mengenal oknum yang dimaksud karena sudah purna tugas saat dirinya menjabat.

"Yang menangani masalah ini adalah Kepala Seksi Bimas Islam. Karena itu silakan konfirmasi ke Kasi Bimas Islam yang menangani tentang pencatatan pernikahan di Simalungun," ujar Bahrum.

BACA JUGA:Cek Kesehatan Gratis Siswa Sekolah Rakyat Kaur, Puskesmas Tetap Terjunkan Tim Medis

Ketika disinggung lokasi pernikahan berada di Medan dan korbannya warga Medan, Bahrum mengarahkan agar konfirmasi diminta langsung kepada oknum penerbit buku nikah.

"Silakan saja konfirmasi dengan yang mengeluarkan buku nikahnya dan minta pertanggungjawabannya. Karena yang bersangkutan tinggal di Medan dan sudah pensiun," kata Bahrum.

Ia menambahkan tidak memiliki kontak yang bersangkutan. "Maaf, saya tidak punya kontak beliau dan saya belum sempat kenal. Karena saya masuk, beliau sudah pensiun," pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait, termasuk oknum KUA yang diduga menerbitkan buku nikah tersebut untuk mendapatkan klarifikasi berimbang.

Kategori :