Sebulan, 131 Ternak Mati Terserang Penyakit SE

Sebulan, 131 Ternak Mati Terserang Penyakit SE

Sebulan, 131 Ternak Mati Terserang Penyakit SE--ilustrasi

KAUR, RADARKAUR.DISWAY.ID - Penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau  yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit sapi ngorok masih terjadi di Kabupaten Kaur.  Penyakit ini merupakan salah satu penyakit hewan ternak yang penularnya sangat cepat dan dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar pula bagi pemiliknya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Dodi Haryono mengatakan dalam kurun waktu sebulan terakhir ini sudah ada 131 ekor sapi dan kerbau milik warga Kabupaten Kaur yang mati akibat terkena penyakit  SE tersebut. Dengan rincian sebaran kasusnya di Kecamatan Tanjung Kemuning  sebanyak 83 ekor, Kecamatan Padang Guci Hilir 6 ekor dan Kecamatan Luas 42 ekor.

"Dalam 1 bulan terakhir untuk kasus penyakit SE jumlahnya sudah mencapai 131," katanya, pada Jumat, 6 Februari 2026. Penyebab munculnya penyakit  SE ini cukup beragam. Mulai dari kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan hewan ternak kepada tim kesehatan hewan. Serta tidak mengandangkan hewan ternaknya.

Sapi atau kerbau yang tidak dikandang atau dilepasliarkan akan sangat  mudah  terserang penyakit. Hal ini dikarenakan penyakit SE akan menyerang imun dari hewan ternak, jika ternak di lepas liarkan imunya tidak stabil karena kerap terpapar hujan dan panas.

BACA JUGA:Perusahaan di Kaur Minim Laporkan Lowongan Kerja

BACA JUGA:DLH Kaur Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

"Penyebabnya itu banyak ya, salah satunya tidak mengandangkan ternaknya. Hal ini karena kita lihat dilapangan rata-rata hewan ternak yang mati akibat SE itu merupakan hewan ternak yang dilepas liarkan," ujarnya.

Drh. Getri Grecilia menjelaskan mengandangkan hewan ternak ini bertujuan untuk mencegah kontak  langsung dengan hewan ternak lainnya yang telah terpapar penyakit SE. Selain itu juga memudahkan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan atau saat hendak memberikan vitamin dan vaksin.

Selain mengandangkan hewan ternak, terdapat beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan oleh peternak agar penyakit SE tidak semakin meluas. Mulai dari melakukan penyemprotan diainfektan lada kandang dan lingkungan sekitar, tempat makan dan minum, serta padang pengembalaan ternak, membatasi aktifitas jual beli hewan ternak dari luar daerah Kabupaten Kaur dan melakuman vaksinasi.

"Mengandangkan  hewan ternak memang sangat penting, untuk menghindari kontak dengan ternak lain. Karena jika dalam satu kelompok sapi ada 1 yang terserang SE maka penularannya pada ternak lain itu visa terjadi sangat cepat," tutur Getri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: