Perayaan Idul Fitri 2026 Berpotensi Berbeda, Ini Prediksi BRIN!!
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi bahwa pada saat sidang isbat digelar 19 Maret 2026, posisi hilal di kawasan Asia Tenggara belum memenuhi syarat kriteria baru MABIMS.--disway.id
Menurutnya, selama pemerintah tetap menggunakan kriteria MABIMS dan Muhammadiyah menerapkan KHGT, potensi perbedaan awal Ramadan, Syawal, maupun Dzulhijjah akan terus berulang.
Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada 20 Maret 2026 melalui Maklumat Pimpinan Pusat. Organisasi Islam tersebut kini secara resmi mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal, sistem yang disepakati dalam Kongres Turki 2016 dan mulai diterapkan penuh pada 1447 H/2025 M.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa KHGT bertujuan mewujudkan unifikasi kalender Islam secara global.
BACA JUGA:Tips Olahraga Aman Saat Puasa agar Tubuh Tetap Bugar, Pilih Waktu dan Jenis Olahraganya
BACA JUGA:7 Takjil Unik Khas Palembang, Kudapan Tempo Dulu Yang Patut Dilestarikan
Dengan satu sistem kalender, umat Islam di seluruh dunia diharapkan dapat merayakan hari-hari besar secara serentak tanpa bergantung pada batas geografis masing-masing negara.
Muhammadiyah juga berpandangan bahwa penggunaan kriteria global lebih memberikan kepastian jauh hari, sehingga masyarakat dapat merencanakan aktivitas ibadah maupun sosial dengan lebih terukur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
