Pandai Besi Tradisional Tetap Eksis di Era Modern

Pandai Besi Tradisional Tetap Eksis di Era Modern

Anggota Polsek Kaur Tengah ketika menyambangi salah satu pandai besi di wilayah hukum, Rabu (30/11). Foto Hery/RKa.--

KAUR, RADARKAUR.CO.ID - Ditengah maraknya produk pabrikan saat ini. Sejumlah pandai besi di wilayah eks-Kaur Tengah tetap eksis, memproduksi alat-alat pertanian juga peralatan rumah tangga.

Seperti cangkul, pisau, kapak, dan parang.

Seperti dilakukan Ferdian (36) dan Suardi warga Kelurahan Tanjung Iman Kecamatan Kaur Tengah.

BACA JUGA: Buang Sampah Sembarangan, Penjara dan Denda Rp 5 Juta

BACA JUGA: Selalu! PAS Terganggu Gara-gara Listrik Padam

Ferdi yang telah sejak dua tahun menekuni usaha mengatakan, proses produksi membutuhkan waktu dua hari hingga satu pekan.

Tergantung jenis dan ukuran serta waktu antrean pesanan. Produksi juga hanya dilakukan ketika mendapat pesanan konsumen.

Produksi juga masih menerapkan metode tradisional. Dimana bahan logam yang akan dibentuk menjadi peralatan rumah tangga, akan dipanaskan dengan bara api.

Lalu dipukul berulang kali menggunakan palu. Sampai akhir membentuk peralatan yang diinginkan.

BACA JUGA: Film Korea 'Decible' Pembuka Bioskop Akhir Tahun, Perang Visual Eun-Woo hingga Lee Jong Suk, Simak Sinopsisnya

BACA JUGA: Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Setting Ulang? Begini Tanggapan DPRD Provinsi Bengkulu

"Karena masih dilakukan dengan metode tradisional, menggunakan peralatan seadanya. Proses produksi memang cukup lama. Bisa sampai seminggu bahkan lebih," ujar Ferdi, Rabu (30/11).

"Untuk bagian yang menempa besi itu rekan saya. Kalau saya bagian pembuatan sarung untuk pisau dan sejenisnya," tambahnya.

Suardi lalu menambahkan, bahan logam yang digunakan dalam produksi. Merupakan logam jenis basi yang dari sparepart bekas kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: