Abu Nawas Pantati Sultan Harun Ar Rasyid, Bukan Marah justru Tertawa Terbahak-Bahak

Abu Nawas Pantati Sultan Harun Ar Rasyid, Bukan Marah justru Tertawa Terbahak-Bahak

--(dokumen/radarkaur.co.id)

"Baik, lantas apa yang harus kulakukan di depan Sultan," tanya Abu Nawas.

"Mudah saja, yang anda lakukan adalah memberikan pantat tepat didepan Sultan dan membuatnya tertawa terbahak-bahak, berani tidak?," tanya rekannya itu.

Mendengar itu Abu Nawas agak berpikir, karena di negeri itu hukumnya jelas, tidak boleh membelakangi Sultan apalagi memantatinya.

Dan ini ini malah diminta juga supaya Sultan Harun tertawa terbahak-baka.

"Wah, bisa dihukum pancung saya memberikan pantat pada Sultan," jawab Abu Nawas Ragu.

"Ya sudah kalau anda tidak berani, tidak apa-apa, nanti akan kami umumkan dengan rekan-rekan yang lain bahwa anda tidak berani," kata rekannya dengan nada mengejek.

Wah, mendengar itu Abu Nawas tentu merasa tertantang.

"Baiklah, kuterima tantangan kalian, lantas kapan tantangan itu harus saya lakukan," tanya Abu Nawas.

"Satu minggu lagi, tepat di perayaan yang dilaksanakan di istana," jawan rekannya.

BACA JUGA:Partai Politik Rusia Bikin Forum Kencan Online Alternatif Pasca Tinder Berhenti Operasi

Maka setelah mereka sepakat, Abu Nawas memikirkan cara agar ia bisa pantati Sultan harun Ar Rasyid tanpa ketahuan dan membuatnya tertawa terbahak-bahak.

Berbagai cara sudah ia pikirkan tapi tidak satupun diyakininya akan berhasil.

Hampir satu minggu berlalu, Abu Nawas tidak nyenyak tidur dan tidak suka makan dibuatnya.

Hingga waktunya sudah tiba, Abu Nawas sepertinya akan gagal dalam tantangan kali ini.

Ada keraguan pada dirinya untuk hadir di acara perayaan di Istana Sultan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: