Warga Harap Pendataan Penerima Elpiji 3 Kg Melon Tak Salah Sasaran, Ini Kata Pertamina

Warga Harap Pendataan Penerima Elpiji 3 Kg Melon Tak Salah Sasaran, Ini Kata Pertamina

Warga Harap Pendataan Penerima Elpiji 3 Kg Melon Tak Salah Sasaran, Ini Kata Pertamina--radarkaur.co.id

Warga Harap Pendataan Penerima Elpiji 3 Kg Melon Tak Salah Sasaran, Ini Kata Pertamina

JAKARTA, RADARKAUR.CO.ID - Meskipun Pertamina mengklaim stok elpiji 3 kg aman, namun masih terjadi beberapa kelangkaan di berbagai daerah di tanah air.

Kondisi itu terjadi ditengah semakin intensifnya PT Pertamina melakukan sosialisasi aturan baru elpiji 3 Kg yang mulai berlaku 1 Januari 2023.

Pertamina juga sedang melakukan pendataan terhadap warga yang berhak untuk membeli gas itu tahun depan.

BACA JUGA:Kompor Gas vs Kompor Listrik, Lebih Hemat Mana? Pertimbangan sebelum Aturan Baru Elpiji 3 Kg Berlaku

BACA JUGA:PNS Tetap Bisa Pinjam KUR BRI 2023 Lho!, Ini Cara dan Syaratnya

Sementara itu, Kelangkaan gas subsidi itu paling nyata terjadi wilayah Pulau Jawa seperti di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Warga dikabarkan masih kesulitan untuk mendapatkan elpiji melon tersebut.

Sementara di beberapa toko yang masih memiliki gas elpiji 3 kg mengaku sudah ada yang membeli namun belum diambil. Sehingga warga terpaksa mencari gas elpiji hingga keluar desa, namun belum juga menemukannya.

Seperti yang disampaikan Maisyaroh pedagang Ritel yang mengakui suplay gas elpiji masih sulit didapatkan. "Sudah banyak yang mencari dan menanyakan, bahkan ada yang dari luar desa," katanya.

Ia bahkan mengaku sudah menanyakan kepada agen yang biasa mensuplai, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Semua agen yang ditanya menjawab persediaan kosong dan menunggu distribusi.

BACA JUGA:Ini Keunggulan Pertamax Green 92 yang Segera Hadir di SPBU se-Indonesia, Simak Harga BBM Pertamina Terbaru

BACA JUGA:Modal dari KUR BRI 2023, Ini Biaya jadi Agen LPG sebelum Aturan Baru berlaku 1 Januari 2024, Simak Cicilannya!

Sementara terkait dengan pendataan calon penerima elpiji melon. Warga khawatir pendataan itu tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya. Warga hanya berhaarap semoga pendataan dilakukan secara benar dan tepat sasaran.

”Ini saja belum diterapkan sudah sulit. Takut nanti pendataannya sembarangan. Kan bisa-bisa masyarakat yang layak malah tak terdata dan tidak bisa beli,” ujar warga Krejengan, Abdul.

Di Banyuwangi, harga eceran tertinggi (HET) Rp 16 ribu per tabung. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung. Selain itu, warga harus membawa fotokopi KTP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: