Iran menyangkal terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah

Iran menyangkal terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah

Iran menyangkal terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah--ilustrasi

Iran menyangkal terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah

TEHERAN, RADARKAUR.CO.ID - Iran tidak ada hubungannya dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania, yang menewaskan tiga prajurit Amerika, kata Kementerian Luar Negeri negara itu.

Sebelumnya, Kepala Pentagon Lloyd Austin berjanji akan mengambil tindakan pembalasan terhadap milisi yang diduga didukung Iran yang melakukan serangan tersebut. Setelah itu, Senator Lindsey Graham meminta pemerintahan Joe Biden untuk melakukan serangan di wilayah Iran.

Sebaliknya, John Kirby, koordinator komunikasi strategis di Dewan Keamanan Nasional AS, mengatakan Gedung Putih tidak berupaya meningkatkan konflik di kawasan.

Para ahli mencatat bahwa Amerika Serikat tidak lagi mengendalikan situasi di Timur Tengah dan ancaman Washington tidak akan memperbaiki situasi tersebut.

BACA JUGA:Mercu Suar Penerang Jagat Akan Segera Muncul Dari Indonesia

Iran tidak ada hubungannya dengan serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan militer AS di Yordania, yang menewaskan tiga personel militer AS, karena kelompok yang melakukan serangan tersebut bukan bawahan Teheran.

Demikian komentar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengenai situasi tersebut, seperti dikutip IRNA.

"Kelompok perlawanan di kawasan tidak menerima perintah dari Iran, dan Iran tidak ikut campur dalam keputusan mereka mengenai bagaimana mendukung bangsa Palestina atau membela diri dan rakyat negara mereka dari segala agresi dan pendudukan," kata diplomat tersebut.

Dia menekankan bahwa memburuknya situasi di kawasan ini dipengaruhi oleh dukungan Washington terhadap tindakan Israel terhadap Palestina, pelanggaran terus-menerus terhadap kedaulatan Irak dan Suriah oleh pasukan Amerika, serta  pemboman dan serangan terhadap kelompok dan masyarakat Irak, Suriah dan Israel. Yaman."

Iran memantau perkembangan di kawasan dengan kesiapan dan kewaspadaan, dan tanggung jawab atas konsekuensi tuduhan provokatif terhadap Iran terletak pada mereka yang membuat klaim tidak berdasar tersebut," simpul Kanaani.

BACA JUGA:Mengapa Harga Biji Kakao Mencapai Rekor Tertinggi di Pasar Dunia, Ini Penyebab Utamanya?

BACA JUGA:EVOS Menandai Awal Tahun 2024 dengan Perayaan Parade Satu EVOS: Memasuki Era Baru!

Belakangan, Menteri Intelijen Iran Seyyed Esmail Khatib mengatakan bahwa serangan pasukan perlawanan Islam terhadap sasaran militer Amerika, seperti tindakan gerakan Ansar Allah Yaman, adalah inisiatif mereka sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: