Kisah Tragis Anak Semata Wayang RA Kartini, Dituduh Terlibat PKI dan Dibebaskan Soekarno

Kisah Tragis Anak Semata Wayang RA Kartini, Dituduh Terlibat PKI dan Dibebaskan Soekarno

Soesalit Djojoadhiningrat, anak tunggal RA Kartini --ilustrasi

Karier Soesalit di bidang militer bisa dikatakan tidak berjalan baik. Soesalit yang sempat berpangkat Mayor Jenderal, diturunkan pangkatnya menjadi Kolonel, hingga kemudian dipindahkan ke Kementerian Perhubungan.

Puncak penderitaan Soesalit terjadi pada peristiwa Pemberontakan PKI Madiun 1948. Dalam sebuah dokumen yang disita pemerintah, namanya tercantum sebagai "orang yang diharapkan" oleh kelompok pemberontak.

Pada peristiwa Pemberontakan PKI di Madiun, September 1948, nama Soesalit terseret. Soesalit, yang memiliki hubungan dekat dengan beberapa tokoh-tokoh dan laskar-laskar kiri, dituduh terlibat dalam pemberontakan ini.

Keterlibatan Soesalit dalam pemberontakan tersebut tak pernah dibuktikan akan tetapi dirinya dijadikan tahanan rumah. Soesalit kemudian dibebaskan oleh Presiden Soekarno, dan setelah peristiwa itu, ia tidak lagi menjabat panglima. Ia dipindahtugaskan menjadi perwira staf Angkatan Darat di Kementerian Pertahanan.

BACA JUGA:94 Jemaah Naqsyabandiyah di Kabupaten Kaur Jalani Ritual Suluk, Pemda Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

BACA JUGA:Tips Olahraga Aman Saat Puasa agar Tubuh Tetap Bugar, Pilih Waktu dan Jenis Olahraganya

Pada 1950, Soesalit menjadi Kepala Penerbangan Sipil, dan di masa Kabinet Ali Sastroamodjojo I (1953-1955), ia ditunjuk sebagai Penasihat Menteri Pertahanan Iwa Kusumasumantri dengan pangkat kolonel.

Soesalit Djojoadhiningrat wafat pada 17 Maret 1979 di Rumah Sakit Angkatan Perang (RSAP).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: