Wabah 'Ngorok' Serang Ternak Sapi dan Kerbau di Kaur, Dinas Pertanian Lakukan Ini

Wabah 'Ngorok' Serang Ternak Sapi dan Kerbau di Kaur, Dinas Pertanian Lakukan Ini

Wabah penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit 'ngorok' --ilustrasi

KAUR, RADARKAUR.DISWAY.ID - Wabah penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit 'ngorok' dilaporkan menyerang ternak di sejumlah wilayah Kabupaten Kaur. 

Dinas Pertanian Kabupaten Kaur melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung bergerak melakukan identifikasi, pengobatan, serta edukasi kepada masyarakat peternak.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Hengki Tomi, SE, mengatakan pihaknya telah turun ke beberapa kecamatan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menekan penyebaran penyakit.

“Memang benar saat ini wabah penyakit SE atau ngorok sedang terjadi. Kami dari bidang peternakan sudah turun ke beberapa kecamatan untuk melakukan identifikasi, pengobatan, dan edukasi terkait penanganan penyakit ternak. Bahkan saya pimpin langsung tim ke lapangan,” ujar Hengki Tomi.

BACA JUGA:Genjot PAD, Bank Indonesia Dorong Objek Wisata di Provinsi Bengkulu Gunakan Transaksi Keuangan Digital QRIS

BACA JUGA:Bupati Kaur Gusril Pausi Pimpin Apel Pagi di RSUD Kaur, Tekankan Disiplin, Integritas dan Peka Terhadap Pasien

Dalam penanganan wabah ini, Dinas Pertanian Kaur menurunkan tim tenaga profesional yang terdiri dari dua dokter hewan, empat sarjana peternakan, serta satu orang ahli kimia.

Namun, Hengki mengakui masih rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu kendala dalam pengendalian penyakit ternak. Menurutnya, sebagian peternak masih bergantung pada pengobatan gratis, padahal ketersediaan obat dan vaksin di dinas tidak selalu mencukupi.

“Kesadaran masyarakat dalam penanganan penyakit ternak masih kurang. Banyak yang hanya menunggu pengobatan gratis, sementara tidak semua obat tersedia dalam pengadaan obat dan vaksin di Dinas Pertanian Kaur,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penyakit ngorok atau SE pada ternak tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah melalui vaksinasi secara berkala setiap enam bulan sekali.

“Penyakit SE tidak dapat diobati, tetapi bisa diantisipasi dengan vaksinasi rutin setiap enam bulan sekali. Ini yang terus kami tekankan kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Hadiri HPN 2026 Banten, 30 Pengurus PWI Bengkulu Dapat Dukungan Dana dari Pemprov Bengkulu

BACA JUGA:Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral, Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono ‘Gedor’ Markas Forkopimda

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: