Kabar Baik dari Bengkulu, Produksi Padi Diproyeksi Menguat
Kabar Baik dari Bengkulu, Produksi Padi Diproyeksi Menguat--radarkaur.co.id
BENGKULU, RADARKAUR.DISWAY.ID – Peningkatan produktivitas padi menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan pertumbuhan penduduk.
Dengan keterbatasan perluasan areal tanam, peningkatan hasil per hektare melalui benih unggul, teknologi budidaya, dan manajemen irigasi yang efisien menjadi kunci.
Tanpa lonjakan produktivitas yang berkelanjutan, ketergantungan impor berisiko meningkat dan stabilitas harga beras dalam negeri akan semakin rentan.
Petani di sentra pertanian Kota Bengkulu sedang mempersiapkan masa tanam triwulan pertama 2026, di Bengkulu, Senin (02/02/2026).
BACA JUGA:Pelaku Konten Viral 'Sewa Pacar Sejam' Ditangkap, Diduga Bentuk Eksploitasi Anak
Potensi produksi padi di Provinsi Bengkulu pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 73,53 ribu ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat 0,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Potensi produksi padi Bengkulu pada Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 73,53 ribu ton gabah kering giling dengan potensi luas panen sebesar 14,25 ribu hektare,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu Reni Puspasari, di Bengkulu, Senin (2/2).
Dia mengatakan potensi produksi padi tersebut diperkirakan meningkat 0,64 persen jika dibandingkan Januari hingga Maret 2025 yang tercatat sebesar 73,06 ribu ton GKG.
"Produksi diperkirakan meningkat karena potensi luas panen juga meningkat. Januari hingga Maret 2026 diperkirakan luas panen mencapai 14,25 ribu hektare atau meningkat sekitar 3,35 persen dibandingkan periode Januari hingga Maret 2025," kata dia.
Reni menjelaskan peningkatan potensi produksi padi tersebut didorong oleh bertambahnya luas panen pada awal tahun.
BACA JUGA:Satpol PP Kabupaten Kaur Segera Sosialisasi Perda Ternak Baru
BACA JUGA:OMG! China Menghentikan 49 Penerbangan ke Jepang untuk Februari 2026
Selain itu, kata dia terdapat kemungkinan pergeseran masa panen di sejumlah wilayah akibat faktor cuaca.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
