Sorotan Publik, Proyek Gerai KDKMP Tanjung Agung Tetap Diduga Gunakan Pasir Laut
Sorotan Publik, Proyek Gerai KDKMP Tanjung Agung Tetap Diduga Gunakan Pasir Laut--ilustrasi
TETAP, RADARKAUR.DISWAY.ID – Pembangunan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tetap, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Proyek yang seharusnya menjadi harapan kemajuan ekonomi desa tersebut menuai protes keras warga lantaran diduga menggunakan material pasir Pantai/ laut yang tidak sesuai standar konstruksi.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa praktik penggunaan pasir laut ini telah berlangsung meski telah berkali-kali diperingatkan oleh Babinsa. Warga setempat mengkhawatirkan kualitas bangunan akan cepat rusak dan mengalami korosi akibat kadar garam yang tinggi pada material tersebut.
Sumber warga berinisial D mengungkapkan bahwa pihak TNI yang bertugas sebagai pengawas (Babinsa) sebenarnya telah menjalankan fungsinya dengan menegur pihak pelaksana. Namun, teguran tersebut seolah dianggap angin lalu oleh kontraktor.
“Sudah pernah disampaikan masyarakat kepada pihak TNI selaku pengawas. Pihak TNI pun sudah menegur pemborong berinisial Ag, tetapi tetap tidak diindahkan. Bukan karena pembiaran dari TNI, tapi pihak kontraktornya yang membandel,” ujar D kepada awak media, Rabu 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Jauh dari Harapan, Menu MBG Ini Dinilai Tak Pantas untuk Anak Sekolah
BACA JUGA:Awal Maret Kades di Kabupaten Kaur Mulai Pencairan ADD dan Dana Desa
Menurut warga, tindakan kontraktor ini diduga kuat demi menekan biaya produksi atau mencari keuntungan pribadi dengan cara yang tidak benar. “Masyarakat menilai pemborong terlalu irit biaya sehingga bahan material dibuat asal-asalan. Ini sangat mengecewakan,” tambahnya.
Ironisnya, saat dikonfirmasi kepada kepala tukang di lokasi proyek, muncul keterangan bahwa instruksi penggunaan pasir laut tersebut datang langsung dari oknum mandor. “Kepala tukang bilang yang menyuruh memakai pasir pantai itu pak mandor bernama Aljan, orang asli desa setempat,” lanjut sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor berinisial Ag maupun mandor terkait masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memberikan hak jawab dan klarifikasi terkait temuan di lapangan. Hal ini penting demi menjaga keberimbangan informasi dan memastikan transparansi proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
