Hal senada disampaikan Karmila, pedagang ayam potong di PTM. Ia menyebut kehadiran ASN dan pejabat pemerintah membawa dampak langsung terhadap penjualan dagangannya.
“Alhamdulillah, senang sekali. Ayam kami banyak yang dibeli. Harapannya kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan, supaya semua pedagang di dalam pasar bisa sama-sama merasakan manfaatnya,” kata Karmila.
Tidak hanya menggerakkan pembeli, Pemerintah Kota Bengkulu juga memberikan stimulus nyata bagi para pedagang yang direlokasi.
Pemkot memberikan kebijakan pembebasan biaya sewa lapak selama tiga bulan bagi pedagang yang bersedia menempati kios di dalam PTM. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban pedagang pada masa awal adaptasi.
Melalui langkah terpadu ini, Pemkot Bengkulu berharap masyarakat luas kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama berbelanja.
Selain menggerakkan roda perekonomian rakyat, kebijakan ini juga diharapkan menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat, tertib, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadikan Kota Bengkulu lebih rapi, hidup, dan nyaman bagi semua.