BENTENG, RADARKAUR.DISWAY.ID - Perbaikan ruas jalan di Kabupaten Bengkulu Tengah kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Apresiasi publik pun bermunculan, salah satunya melalui media sosial Facebook. Akun milik Hariyantoni Kevin mengungkapkan rasa syukur atas kondisi jalan yang kini telah mulus setelah puluhan tahun mengalami kerusakan parah.
Ruas jalan menuju Desa Renajaya, Kecamatan Pagar Jati, hingga Desa Komering, Kecamatan Merigi Sakti, kini berubah menjadi lebih baik dan nyaman dilalui.
“Alhamdulillah, jalan yang dulu rusak parah dan penuh lubang, sekarang sudah mulus dan nyaman dilalui. Terima kasih kepada Helmi Hasan dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Jalan ini bukan hanya akses, tetapi juga menyimpan kenangan perjuangan masa sekolah kami dulu,” tulisnya.
BACA JUGA:John Herdman Coret 4 Pemain Abroad, Timnas Tetap Solid Hadapi FIFA Series 2026
Ia juga mengenang Simpang Layang Lekat sebagai tempat ia dan teman-temannya dahulu menunggu truk batu bara untuk menumpang menuju Desa Arga Indah 2 demi menempuh pendidikan.
“Dulu kami berdiri di Simpang Layang Lekat dengan harapan ada truk yang mau mengajak kami menumpang ke sekolah. Sekarang saya berdiri di tempat yang sama dengan rasa haru. Ini bukan sekadar jalan, ini bagian dari cerita hidup kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Pada 2025, Pemprov Bengkulu menganggarkan lebih dari Rp184 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Total anggaran untuk tahun 2025 di Kabupaten Bengkulu Tengah mencapai lebih dari Rp184 miliar,” ujarnya saat meninjau sejumlah ruas jalan.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan empat ruas jalan strategis, yakni Jalan Lubuk Sini menuju Kabupaten Bengkulu Utara, Jalan Padang Betuah menuju Kabupaten Bengkulu Utara, Jalan Tugu Hiu–Taman Hutan Raya, serta Jalan Kelindang–Susup.
Pemprov Bengkulu menargetkan pada 2025 kondisi jalan provinsi di Bengkulu Tengah dengan kategori baik dapat melampaui 80 persen.