Api perlahan membesar sepanjang hari Jumat hingga mencapai puncaknya pada Minggu siang, yang akhirnya menghanguskan lahan warga seluas 3 hektare dan memicu kepulan asap di wilayah sekitarnya.
Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya satu bilah parang dan satu bibit sawit yang telah hangus terbakar.
"Atas perbuatannya AH kini dijerat dengan UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup serta UU RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan," jelas Fahrian.
Penyidik Satreskrim Polres Bengkalis saat ini tengah melengkapi administrasi penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Langkah selanjutnya mencakup pemeriksaan saksi ahli dan pelimpahan berkas perkara (tahap I) agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum di meja hijau.
"Kami mengimbau keras agar masyarakat tidak lagi menggunakan metode bakar untuk membuka atau membersihkan lahan, apa pun alasannya. Jika melihat adanya aktivitas pembakaran yang mencurigakan, warga diharapkan segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 yang siaga selama 24 jam demi menjaga Riau bebas asap," pungkasnya.