Ruang Publik dalam Tekanan: Disinformasi, AI, dan Ketimpangan Wilayah

Senin 23-02-2026,16:01 WIB
Reporter : Muhammad Isnaini
Editor : Muhammad Isnaini

Menurut dia, teknologi bukan semata soal kemampuan teknis, melainkan juga perspektif dan keberpihakan. Ketika diskursus publik hanya berkutat pada angka adopsi teknologi, persoalan dampak terhadap kelompok rentan kerap terabaikan.

Ia mencontohkan maraknya kekerasan berbasis gender secara daring yang dialami perempuan, termasuk di Indonesia Timur. Namun, diskusi publik lebih sering berhenti pada statistik penggunaan teknologi, bukan pada dampak sosialnya.

Konde.co meluncurkan microsite “Perempuan Timur” sebagai pengingat bahwa Indonesia tidak hanya berada di Barat, tetapi juga di Timur. Inisiatif serupa dilakukan Kabar Makassar melalui kanal “Kabar Perempuan”. Bagi Luviana, isu ini harus di-mainstreaming-kan, bukan dipinggirkan.

Dalam diskusi panel ini, Country Director Indonesia dan Pacific BBC Media Action, Rachael McGuinn, menegaskan bahwa organisasinya tidak datang sebagai ahli pembangunan Indonesia, melainkan sebagai fasilitator yang membawa pendekatan berbasis riset dan dialog lintas sektor.

Menurut dia, proyek Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE)  ini berangkat dari pertanyaan sederhana, “Apa yang bisa dilakukan untuk mendukung media kepentingan publik dan menciptakan lingkungan informasi yang sehat?” BBC Media Action memulai dengan riset terhadap audiens dan pengalaman mereka menghadapi misinformasi serta disinformasi.

Hasilnya menunjukkan persoalan yang kompleks dan beragam, terutama di Indonesia Timur, dengan kebutuhan informasi yang masih tinggi dan tantangan tersendiri dalam distribusinya.

AI, dalam diskusi ini, dipandang sebagai alat yang dapat membantu menghadirkan keberagaman suara sekaligus membawa risiko baru. Karena itu, pendekatan berbasis bukti dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci.

Di tengah percepatan teknologi dan polarisasi informasi, satu benang merah mengemuka, yaitu bahwa ketahanan informasi nasional tak cukup dibangun dengan perangkat digital semata. Hal ini membutuhkan literasi, regulasi yang adaptif, keberpihakan pada wilayah tertinggal, serta jurnalisme yang tetap berpijak pada kepentingan publik.

Tentang Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE) 

Kebutuhan akan platform yang menjembatani riset global, keahlian di tingkat internasional, dan praktik media lokal kian mendesak. Oleh karena itu Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan BBC Media Action melalui proyek Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE) berupaya menjawab kesenjangan tersebut dengan mendiseminasikan riset terkait AI yang relevan bagi ruang redaksi, sekaligus memfasilitasi dialog mengenai keberlanjutan bisnis media di era AI.

Dengan mempertemukan praktisi media, regulator, asosiasi industri, serta pemangku kepentingan di sektor teknologi, forum ini ditujukan untuk mendorong diskusi yang berbasis informasi, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran bersama. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mempererat jejaring dan solidaritas komunitas media Indonesia beserta para mitranya dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

Kategori :