Prediksi Idul Fitri 2026 versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU serta Analisa BRIN

Rabu 11-03-2026,17:24 WIB
Reporter : Muhammad Isnaini
Editor : Muhammad Isnaini

Sementara itu, organisasi Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 mengenai hasil perhitungan hisab untuk Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Penentuan ini didasarkan pada hasil perhitungan astronomi yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Saat matahari terbenam di hari tersebut, sudah terdapat wilayah di dunia yang memenuhi parameter kalender global. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada 20 Maret 2026.

BACA JUGA:Publik Soroti Profil Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong Diterpa Isu OTT KPK di Bengkulu

BACA JUGA:Pasca Kena OTT KPK, PAN Copot Bupati Rejang Lebong dari Jabatan Ketua DPD

Prediksi Lebaran 2026 Menurut Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) memperkirakan Idul Fitri 1447 H akan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026, sama seperti perkiraan pemerintah.

Perkiraan ini tercantum dalam kalender Almanak NU yang diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama PCNU Bojonegoro.

Meski demikian, NU menegaskan bahwa tanggal tersebut masih bersifat prediksi. Kepastian penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada akhir bulan Ramadhan.

Dalam menentukan awal bulan Hijriah, NU menggunakan metode Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) dengan syarat tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi bulan minimal 6,4 derajat.

BACA JUGA:Kembangkan Wisata Kabupaten Kaur, Dinas Pariwisata Kunjungi Dispar Pesisir Barat

BACA JUGA:Bupati dan Wakil Bupati Kaur Kunjungi Desa Manau IX 2 dalam Safari Ramadan Terakhir Tahun 2026

Analisa BRIN

Peneliti bidang Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa terdapat kemungkinan perbedaan penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia.

Menurutnya, perbedaan tersebut berkaitan dengan penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global dalam menentukan awal bulan Syawal.

Kategori :