BACA JUGA:Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Sekda Sidak RSUD Kaur dan Puskesmas
BACA JUGA:Bupati Kaur Salat Ied Idul Fitri di Masjid Al Ikhlas Desa Tanjung Agung Maje
Menurutnya, setiap orang harus memiliki cita-cita setinggi mungkin. Bulan ini mungkin ia mudik ke Lampung, namun bukan tak mungkin tahun berikutnya bisa berangkat ke Mekkah.
"In shaa allah kalau ada rezekinya (pingin ke Mekkah). Tahun ini ke Lampung, mungkin perjuangan ke depannya bisa ke tanah suci," ungkapnya.
Dari Jakarta, Amin berangkat sekira pukul 14.00 WIB dan tiba di SPBU tersebut pada 01.12 WIB. "Santai yang penting selamat sampai tujuan," kata dia.
Perbekalannya pun cukup mumpuni. Meski hanya membawa satu gembolan tas, namun isinya adalah peralatan servis kendaraan. Obeng, busi, oli, obat-obatan dan pakaian.
Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, ia ingin memastikan satu hal: 'perasaan harus' sampai lebih dulu kepasa sang istri di kampung halaman.
Perjalanan ratusan kilometer yang akan ditempuh tak menyurutkan semangatnya. Justru, setiap kilometer menjadi bukti perjuangan untuk kembali ke keluarga tercinta.
"Bismillah. Semoga selamat sampai tujuan. Saya ngga bawa oleh-oleh, tapi bawa rindu," tukasnya.
BACA JUGA:Inilah Alasan Dibalik Pemanggilan Pemain Membludak Jelang FIFA Series
Di lain sisi, berdasarkan informasi tim mudik Disway di Jalan Raya Serang menuju Merak, terdapat sejumlah jalur yang rusak.
Tepatnya di kawasan Cikupa arah Tigaraksa. Banyak jalanan berlubang yang kedalamannya cukup parah.
Selain itu, kontur jalan yang tidak rata juga membuat pengendara sesekali mengurangi kecepatannya.
Pemudik diimbau untuk tetap waspada, jika berkendara di waktu malam. Karena jalan yang berlubang itu sering kali tak kasat mata.