JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Dengan masih maraknya tindak kriminal penipuan berbasis digital atau online scams di Indonesia, penguatan perlindungan konsumen sendiri kini masih menjadi salah satu hal yang terus diupayakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK dengan bangga mengumumkan peresmian kerjasamanya bersama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Dalam hal ini, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi turut menyampaikan bahwa kerjasama ini sendiri nantinya akan memusatkan pada peningkatan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang melewati batas negara dan sektor.
"Melindungi masyarakat dari penipuan bukan hanya tentang mencegah kerugian finansial, tetapi juga menjaga integritas sistem keuangan dan memastikan transformasi digital terus memberikan manfaat," ucap Friderica kepada Disway dan media lainnya di Jakarta, pada Senin (06/07).
BACA JUGA:Enak Betul si Raja Hutan! Baru Lapor Terima Gratifikasi Pasca Bupati Kuansing Tertangkap KPK
BACA JUGA:Terkait Kasus Bupati Kuansing, Si Raja Hutan Siap Dipanggil KPK
Bukan tanpa alasan. Menurut Friderica, scams sendiri saat ini telah berkembang berkembang menjadi semakin kompleks melalui pemanfaatan rekening money mule, merchant dan sub-merchant, sistem pembayaran digital, hingga aset virtual yang semakin mempersulit pelacakan pelaku scam.
Oleh karena itulah, diperlukan adanya fondasi berupa Public-Private Partnership (PPP) yang kuat diperlukan untuk memperkuat pertukaran data, pertukaran informasi intelijen, serta koordinasi lintas sektor dan lintas batas.
"Kepercayaan merupakan fondasi utama dari setiap sistem keuangan," tegas Friderica.
Di sisi lain, apresiasi pun turut diberikan oleh UN Resident Coordinator in Indonesia, Gita Sabharwal, atas jalinan kerjasama antara OJK dan UNODC tersebut.
Menurutnya, pencegahan dan penanganan kejahatan scam harus terus diperkuat mengingat dampaknya yang dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
BACA JUGA:3 Pelajar Putra Kabupaten Kaur Calon Paskibra Tingkat Provinsi Bengkulu
BACA JUGA:PWI Bengkulu Buka Pendaftaran Calon Ketua, Konferprov Digelar 18 Juli
Oleh karena itulah, dirinya menilai bahwa kemitraan UNODC dengan OJK sangatlah berharga karena memungkinkan berbagai pihak, termasuk badan-badan PBB, seperti UNODC untuk menghadirkan keahlian kebijakan, bantuan teknis, dan wawasan global guna memperkuat pertahanan terhadap kejahatan penipuan.
"Di luar kerugian finansial yang langsung dirasakan, setiap penipuan yang berhasil terjadi mengikis kepercayaan terhadap layanan keuangan digital dan melemahkan kepercayaan yang menjadi fondasi inklusi keuangan. Karena itu, melindungi kepercayaan tersebut menjadi sangat penting," tegas Gita.