Hino Kebut Produksi 10 Ribu unit Truk Niaga Dukung Program KDKMP
Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam penguatan koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP)--ilustrasi
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam penguatan koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP) melalui penyediaan kendaraan logistik. Melalui skema tender yang dikelola PT Agrinas, Hino dipercaya memasok hingga 10.000 unit kendaraan niaga ringan secara bertahap hingga Desember 2026.
Supply Chain, Marketing & Communication Division Head HMSI, Wibowo Santoso, mengatakan target pengiriman semula dijadwalkan Maret.
"Namun, karena keterbatasan kapasitas produksi industri, distribusi diperpanjang menjadi satu tahun penuh. Dengan waktu tambahan tersebut, Hino optimistis seluruh unit dapat terealisasi sesuai target," ujar Wibiwo,di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Model yang disiapkan adalah truk light duty Hino 300 atau Dutro 136 AD berkonfigurasi 4x2 roda enam. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mendukung distribusi barang, logistik desa, serta pengangkutan hasil pertanian. Hingga kini, sekitar 300–400 unit telah diproduksi dan dikirim, dengan volume yang akan meningkat setiap bulan.
BACA JUGA:Optimalkan Potensi Zakat ASN, Baznas dan BPJPH Kolaborasi Pengelolaan Zakat dan Jaminan Produk Halal
BACA JUGA:Terbukti Pasif, Kades dan Camat se-Kabupaten Kaur Disinyalir Tak Dukung Penegakan Perda Hewan Ternak
Sementara,itu, Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menyebut program Kopdes sebagai langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah. “Kami bangga bisa berpartisipasi. Program ini berdampak besar bagi perekonomian nasional, dan kami siap berkontribusi sekitar 10.000 unit,” katanya.
Untuk memastikan kesiapan armada, Hino juga menggencarkan kampanye perawatan kendaraan kepada pelanggan agar unit tetap prima saat permintaan logistik meningkat, terutama menjelang musim sibuk seperti akhir tahun dan Lebaran.
Meski kapasitas produksi pabrik mencapai 60–70 ribu unit per tahun, peningkatan besar tetap memerlukan penyesuaian bahan baku, pemasok, serta tenaga kerja. Dampaknya, waktu tunggu pelanggan reguler yang biasanya 1–2 bulan kini menjadi 4–5 bulan.
Selain lini Dutro, Hino juga menyiapkan varian kendaraan niaga ringan lain yang efisien dan sesuai kebutuhan operasional desa. Fokus pada segmen light commercial vehicle dinilai paling tepat guna, tangguh, dan hemat biaya.
BACA JUGA:Jadwal Imsakiyah Kabupaten Kaur, Sabtu 28 Februari 2026, serta Niat Puasa dan Doa Saat Berbuka
BACA JUGA:Tips Sehat Berbuka Puasa
Dengan dukungan ini, Hino berharap distribusi logistik desa semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat bergerak lebih cepat," tutup Susilo.(disway)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
