3 Sapi Ditemukan Mati Mendadak Dalam Tempo 24 Jam

3 Sapi Ditemukan Mati Mendadak Dalam Tempo 24 Jam

Warga temukan 3 ekor sapi mendadak dalam tempo 24 jam.--

RADARKAUR.CO.ID, KAUR TENGAH – Sebanyak 3 ekor sapi milik warga Desa Tanjung Pandan Kecamatan Kaur Tengah ditemukan mati secara mendadak dalam tempo 24 jam. Warga juga heran karena tak ditemui tanda terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak yang mati.

Kemungkinan besar penyebabnya lantaran penyakit Jembrana.

BACA JUGA:BREAKING NEWS : Diduga Korsleting, Rumah Warga Tanjung Iman Kebakaran

Dua ekor sapi milik Japarudin (50) warga desa setempat, ditemukan mati pada hari Minggu malam (4/7).  
Sedangkan satu ekor sapi milik Herman (45) warga satu desa ditemukan tak bernyawa di dekat jembatan muara Sungai Luas, Senin siang (5/7).

"Matinya secara tiba-tiba. Karena dalam pantauan sebelumnya terlihat sehat. Lalu tak tanda-tanda terserang PMK seperti mulut berbusa dan luka pada bagian kuku kaki. Kemungkinan besar penyebabnya karena penyakit jembrana," ujar Herman pada RKa.

BACA JUGA:Cabai Merah Segar Rp 100 Ribu, Cabai Rawit Rp 120 Ribu

Ditempat terpisah, ketua BPD Tanjung Pandan, Burlian mengatakan, dalam tempo sebulan terakhir tak kurang dari 10 sapi milik warga di desanya mati secara mendadak.

Lantaran wabah ini, sebagian peternak memilih menjual ternak kaki empat miliknya yang masih dalam keadaan sehat.

BACA JUGA:Korban Arisan Bunga RL hingga Mancanegara

"Tak hanya terjadi di desa kami. Ternak sapi bali milik warga desa tetangga juga mengalami hal serupa. Sebagian sudah ada yang menjual dengan harga di bawah standar," ujar Burlian

Sementara itu, Kades Masria Baru Kecamatan Semidang Gumay, Herdianto mengatakan hal serupa. Dalam kurun waktu sebulan terakhir diwilayah Kecamatan Semidang Gumay beberapa kali ditemukan ternak kaki empat itu, mati mendadak. Kesemuanya jenis sapi Bali.

BACA JUGA:Avanza Kades di Kaur Tabrak Pohon Mangga, Kondisinya Mengkhawatirkan

"Di wilayah Semidang Gumay saya dengar ada beberapa kali kejadian. Untuk ternak sapi milik kami Desa Masria Baru. Alhamdulillah belum terjadi," ungkapnya. (yie)



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: