Cuaca Ekstrem, Harga Bahan Pangan Menanjak

Cuaca Ekstrem, Harga Bahan Pangan Menanjak

Harga Pangan Jelang Ramadhan Fluktuatif --(dokumen/radarkaur.co.id)

KAUR, RADARKAUR.CO.ID - Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang, beberapa hari terakhir. Berpengaruh dengan mulai naiknya harga kebutuhan pangan.

Di pasar mingguan Kelurahan Tanjung Iman Kecamatan Kaur Tengah, Sabtu (28/1). Harga beli terpantau naik di kisaran Rp 2 ribu hingga 10 ribu.

Contoh, harga beli ikan gebur (giant trevally, red) Rp 60 ribu per-Kilogram (Kg). Naik menjadi Rp 70 ribu per-Kg.

Disebabkan minimnya suplai lantaran nelayan lokal tak dapat melaut.

BACA JUGA:Tamanisasi, Wujudkan Sekolah Indah dan Nyaman

BACA JUGA:30 Atlet Karate Kaur Akan Mengikuti Piala Kapolda

Begitu pula dengan harga ikan laut lain. Juga mengalami kenaikan di kisaran harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per-Kg.

"Kenaikan harga dipengaruhi minimnya stok yang ada. Untuk saat ini pasokan kami dapat dari tokeh ikan.

Dan stoknya memang sedikit lagi karena nelayan belum bisa melaut," ujar Sofian Effendi (43) salah satu pedagang di pasar mingguan itu.

Bukan hanya harga beli ikan laut. Harga cabai serta kebutuhan dapur lain ikut mengalami kenaikan harga.

BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Latih Pelajar Upacara Bendera

BACA JUGA:SDN 47 Kaur Rutin Salat Dhuha Berjamaah

Seperti komoditi cabai, bawang merah, juga minyak goreng (Migor).

Sebelumnya harga cabai merah berada di kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per-Kg. Naik menjadi Rp 40 ribu hingga 45 ribu per-Kg. Begitu pula harga bawang merah.

Harga beli oleh konsumen naik dari Rp 30 ribu per-Kg, menjadi Rp 35 ribu per-Kg. Sedang untuk harga Migor naik di kisaran harga Rp 2 ribu.

"Sudah biasa terjadinya kenaikan harga saat cuaca ekstrem. Karenanya sudah tidak terkejut lagi.

BACA JUGA:Dang! 11 Puteri Indonesia 2022 Kepulauan Sumatera dengan Segudang Prestasi

BACA JUGA:8 Olahraga Ekstrim Andalan Wisata Bengkulu, Main ke Sini Siap Uji Nyali?

Dan untuk kenaikan harga saat ini, masih dalam tahap wajar. Karenanya saya tak terlalu mempersoalkan," ujar Syopyan (46) warga Desa Penyandingan Kecamatan Kaur Tengah, salah satu pengunjung pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: