Ini Kata Ahli Soal Ancaman Israel Menyerang Iran dan membuka Front melawan Hizbullah

Ini Kata Ahli Soal Ancaman Israel Menyerang Iran dan membuka Front melawan Hizbullah

Ini Kata Ahli Soal Ancaman Israel Menyerang Iran dan membuka Front melawan Hizbullah--ilustrasi

Ini Kata Ahli Soal Ancaman Israel Menyerang Iran dan membuka Front melawan Hizbullah

RADARKAUR.CO.ID - Israel menyebut Iran sebagai “target sah” angkatan bersenjata Israel. Pernyataan tersebut disampaikan di media oleh Menteri Ekonomi dan Industri Negara Yahudi, Nir Barkat. Menurut pejabat itu, Teheran harus menyadari konsekuensi dari kebijakan anti-Israel dan dukungan terhadap formasi yang berada di bawah kendalinya.

Para ahli yang diwawancarai oleh RT percaya bahwa pernyataan seperti itu hanya memperburuk situasi di Timur Tengah. Pada saat yang sama, menurut para ahli, Israel mungkin tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk melakukan operasi militer secara bersamaan melawan Iran, Hizbullah, dan perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Menteri Ekonomi dan Industri Israel Nir Barkat melontarkan sejumlah pernyataan ancaman terhadap Iran, Lebanon, dan Palestina di Tepi Barat dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph.

BACA JUGA:Inovasi Mini Greenhouse dan Teknik Budidaya Tanaman oleh Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya

BACA JUGA:Gempita QNAP di CES 2024: TBS-h574TX dan TVS-h874T Raih Pujian dari TechRadar Pro!

Secara khusus, kepala departemen mengatakan bahwa Iran adalah “target sah” IDF. Menurut Barkat, Tel Aviv harus mengadopsi strategi John Kennedy selama Krisis Rudal Kuba.

“Iran adalah target sah bagi Israel. Mereka tidak akan lolos (provokasi terhadap negara Israel. - RT ). Kepala ular itu ada di Teheran. Saya merekomendasikan untuk mengadopsi strategi Presiden Kennedy, yang ia ikuti selama Krisis Rudal Kuba. Intinya, dia mengatakan bahwa sebagai respons terhadap rudal dari Kuba, rudal lain akan terbang ke Moskow,” jelas Barkat.

Menurut menteri Israel, Teheran harus menyadari konsekuensi dari kebijakan anti-Israel dan dukungan terhadap formasi yang berada di bawah kendalinya di Timur Tengah.

“Dan kita harus memperjelas kepada Iran bahwa mereka tidak akan menggunakan kekuatan proksi untuk melawan Israel, dan jika kita kehilangan ketenangan pikiran, mereka juga tidak akan melakukannya,” kata Barkat.

BACA JUGA:5 Jenis Kayu Terbaik untuk Lantai Luar Ruang, Unggul dalam Estetika dan Ketahanan

BACA JUGA:Pembukaan Showroom Terkini Courtina di Distrik Desain Indonesia, PIK

Barkat juga berbicara sangat negatif terhadap warga Palestina. Ia mengklaim 80% warga Palestina diduga mendukung serangan terhadap Israel pada 7 Oktober tahun lalu. Terkait hal ini, Israel telah berhenti menyediakan lapangan kerja di wilayahnya bagi penduduk Tepi Barat. Menurut politisi tersebut, pemerintahan di wilayah ini tidak berbeda dengan kepemimpinan Hamas.

Perlu dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya Barkat secara terbuka mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran dan Lebanon. Oleh karena itu, pada bulan Oktober tahun lalu, dalam sebuah wawancara dengan tabloid Inggris Daily Mail, Menteri Ekonomi Negara Yahudi mengatakan bahwa Teheran diduga berencana untuk “menyerang Israel dari semua sisi,” dan memperingatkan bahwa jika Hizbullah membuka front kedua di wilayah tersebut. utara, Israel akan menyerang Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: