Campak dan Cacar Air pada Dewasa: Gejala Lebih Berat, Waspadai Komplikasi

Campak dan Cacar Air pada Dewasa: Gejala Lebih Berat, Waspadai Komplikasi

Campak dan Cacar Air pada Dewasa: Gejala Lebih Berat, Waspadai Komplikasi--ilustrasi

JAKARTA,RADARKAUR.DISWAY.ID - Campak dan cacar air dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang anak-anak. Namun, ketika infeksi ini terjadi pada orang dewasa, gejalanya bisa lebih berat dan proses pemulihannya cenderung lebih lama.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Surabaya, dr. Stevanus Immanuel Silahooji, SpPD, mengatakan bahwa secara umum durasi penyembuhan kedua penyakit ini relatif sama, yakni sekitar 10 hingga 14 hari.

Meski begitu, orang dewasa biasanya mengalami gejala yang lebih intens dibandingkan anak-anak,"ujar Stevanus, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Pada campak, pasien dewasa sering mengalami demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celsius. Gejala lain yang muncul antara lain mata merah dan berair, sensitif terhadap cahaya, batuk kering, pilek, serta bersin. Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bercak putih keabuan di bagian dalam pipi atau yang dikenal sebagai bercak Koplik. Bercak ini biasanya muncul sebelum ruam kulit menyebar ke seluruh tubuh.

Sementara itu, cacar air pada orang dewasa juga ditandai dengan demam, lemas, dan munculnya ruam yang berubah menjadi lenting berisi cairan. Jumlah ruam pada orang dewasa umumnya lebih banyak dan menimbulkan rasa gatal yang lebih intens dibandingkan pada anak-anak.

BACA JUGA:BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncak Terjadi Agustus Mendatang

BACA JUGA:22 Ternak Liar Tangkapan Satpol PP Segera Lelang, Ini Jadwal, Syarat dan Ketentuannya!

Stevanus, memandang orang dewasa memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi akibat kedua penyakit ini. Pada kasus campak, komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau radang paru. Selain itu, infeksi juga dapat memicu ensefalitis atau radang otak yang berbahaya.

Sedangkan pada cacar air, komplikasi serius yang perlu diwaspadai antara lain pneumonia, infeksi kulit akibat bakteri karena garukan pada lenting, hingga risiko munculnya herpes zoster atau cacar api di kemudian hari,"katanya.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh gejala awal seperti demam tinggi, ruam kulit, dan mata merah. Jika keluhan semakin berat atau disertai sesak napas, kejang, maupun penurunan kesadaran, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat,"pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: