Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyatakan bahwa ijazah akademik bukan lagi jaminan tunggal untuk memenangkan persaingan di pasar kerja global yang kian dinamis. --ilustrasi

"Saat ini yang dicari industri adalah skills, not school. Kami melihat peningkatan empat kali lipat jumlah lowongan kerja yang lebih mementingkan kompetensi nyata dibanding sekadar gelar administratif dalam satu dekade terakhir," tegasnya.

Di akhir orasinya, Menaker menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pengembangan kompetensi bagi seluruh anak bangsa. Melalui 44 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Kemnaker terus menggencarkan program reskilling dan upskilling.

BACA JUGA:Nia Herlina, Putri Manna-Kaur Lulusan Terbaik Doktor Ilmu Pertanian UGM dengan IPK 3,99 di Usia 28 Tahun

BACA JUGA:Antisipasi Kekeringan Panjang Dampak El Nino Godzilla, BPBD Aktifkan Satgas Air hingga Water Mist

"Kuncinya adalah growth mindset. Jangan pernah merasa puas dengan ijazah yang ada. Jadilah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang siap beradaptasi dengan segala perubahan bisnis dan teknologi," pungkas Menaker.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: