Wabup Kaur Hadiri HLM TP2DD Bengkulu, Komitmen Percepatan Digitalisasi Transaksi Keuangan
Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu, --ilustrasi
BENGKULU, RADARKAUR.DISWAY.ID – Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu, yang digelar Selasa (10/2/2026) di Hotel Mercure Bengkulu.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, dan dihadiri oleh para kepala daerah, Bank Indonesia, pimpinan OPD terkait, serta jajaran TP2DD kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Pada akhir kegiatan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah (Pemda), baik kota, Provinsi, dan Kabupaten, berkomitmen untuk melakukan transaksi melalui digitalisasi, dengan tujuan agar mendigitalkan semua transaksi di Pemerintahan melalui digital. Baik secara pembelanjaan maupun penerimaan.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan, bahwa dengan transaksi melalui digital lebih memudahkan Pemerintah dalam bertransaksi. “Baik secara pembelanjaan maupun penerimaan”.
BACA JUGA:Bupati Kaur Gusril Pausi: Masyarakat Sangat Berperan atas Keberhasilan Program Bibit Sawit
BACA JUGA:Pemda Kabupaten Kaur Tuntaskan Bayar TPG 1.300 Guru
Menurut Wahyu Yuwana Hidayat, saat ini sudah diketahui atau dipahami secara bersama, dengan digital, semua aktivitas transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah secara Government lebih aman dan terjaga. Dari segi kemasyarakatan, Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan, transaksi melalui digital juga lebih murah dan mudah.
“Karena Kitakan sama-sama paham. Dengan digital ini, Governmentnya lebih terjaga. Dan dari sisi masyarakat juga lebih mudah lebih murah,” ungkap Wahyu Yuwana Hidayat kepada rekan media, pada acara High Level Meeting (HLM) TP2DD di Hotel Mercure. Selasa, (10/2/2026).
Terkait dengan QRIS, dengan jumlah penduduk lebih kurang mencapai dua jutaan, Bengkulu merupakan salah satu masyarakat Provinsi yang paling banyak menggunakan pasilitas tersebut.
Wahyu mengatakan, per Desember pengguna pasilitas QRIS di Provinsi Bengkulu sudah mencapai 272.144 pengguna, dengan merger 235. 344 merger. “Jadi sudah sangat banyak yang menggunakan pembayaran menggunakan QRIS,” kata Wahyu.
Lanjut Wahyu ia mengatakan, untuk volume transaksi, masyarakat Provinsi Bengkulu sudah mencapai 50. 682. 437 transaksi.
Untuk itu, dengan semua peningkatan jumlah pengguna QRIS di Provinsi Bengkulu, beliau terus berkomitmen untuk melakukan upaya dan dorongan-dorongan, supaya masyarakat mempunyai kartu QRIS agar lebih memudahkan dalam melakukan transaksi.
BACA JUGA:Setahun Kepemimpinan Gusril - Hamid, Dampak Pembangunan Mulai Terasa
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian mengajak seluruh kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, untuk meningkatkan literasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
