Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik MBG, PDIP: Hentikan, Kata Lawan Kata, Data Lawan Data Bukan dengan Teror!
Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik MBG, PDIP: Hentikan, Kata Lawan Kata, Data Lawan Data Bukan dengan Teror!--disway.id
JAKARTA, RADARKAUR.DISWAY.ID - Wasekjen DPP PDIP Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu menegaskan bahwa tindakan teror tidak lagi relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan seharusnya diselesaikan melalui dialog yang santun.
“Teror itu sudah nggak laku ya, sudah bukan zamannya. Kalau kita hidup di zaman sekarang, kita harus lebih beradab. Perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa. Duduk di meja sama-sama, sampaikan argumentasi masing-masing, dan biarkan rakyat menjadi jurinya,” ujar Adian menanggapi teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto di Sekolah PDIP, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa tindakan teror dalam segala bentuk justru membawa kemunduran, bukan kemajuan.
BACA JUGA:Bandingkan Nasib Guru Honorer dan Pegawai SPPG, PDIP: Anggaran Pendidikan Harus Adil!
BACA JUGA:Soroti Banyak Sekolah Rusak, PDIP Sayangkan Dana Pendidikan Rp 223,5 Triliun Justru untuk MBG
BACA JUGA:PDIP: Program Makan Bergizi Gratis Dipotong dari Alokasi Pendidikan, Bukan Hasil Efisiensi
Untuk itu, ia meminta teror tersebut dihentikan apabila ingin Indonesia lebih beradab.
“Dibandingkan teror-teror, menurut saya pelaku teror itu sudahlah, hentikan kalau kalian mau Indonesia menjadi semakin lebih beradab,” tambahnya.
Adian menekankan pentingnya menyelesaikan perbedaan pandangan dengan cara-cara yang sehat.
“Singkatnya begini, kata lawan kata, data lawan data, buku lawan buku. Jangan kata, data, buku dilawan dengan teror, intimidasi, dan sebagainya. Nggak boleh. Itu membuat kita menjadi bangsa yang secara keberadaban mundur,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
