Kenapa Rudal Balistik Selalu Dincurkan Malam Hari? Ini Alasannya!!
Coba Anda perhatikan setiap video serangan rudal balistik, kenapa kebanyakan terjadi di malam hari?--ilustrasi
RADARKAUR.DISWAY.ID - Coba Anda perhatikan setiap video serangan rudal balistik, kenapa kebanyakan terjadi di malam hari?
Ulasan ini dibuat untuk menjawabnya dari berbagai sumber yang dikumpulkan diantaranya Jerusalem Post - Why does Iran launch missiles at night? Tehran's tactical, technological considerations.
Kemudian Quora - Why do the US and its allies typically launch airstrikes at night? How does visibility matter when facing radars and guided missile systems?
Dan News Ukraine - Why Russia strikes Ukraine at night? 2 key reasons explained. Serta dari Wikipedia - Night combat.
BACA JUGA:Penguatan Kilang Domestik Jadi Kunci Stabilitas Energi di Tengah Geopolitik Timur Tengah
Sebagaimana diketahui bahwa malam hari menawarkan penyamaran yang signifikan, pilihan untuk menyerang di bawah kegelapan malam berakar pada lebih dari sekadar visibilitas. Ini adalah kombinasi dari keterbatasan teknis, kebutuhan operasional, dan perang psikologis.
Tidak seperti pesawat terbang, rudal tidak dapat mengandalkan oksigen atmosfer untuk penggeraknya. Sebaliknya, rudal harus membawa bahan bakar dan oksidator (komponen yang diperlukan untuk pembakaran) di dalam sistemnya. Hal ini karena rudal balistik mencapai titik ketinggian di mana oksigen langka atau tidak ada.
Persyaratan mendasar ini membagi rudal menjadi dua kategori: rudal yang menggunakan bahan bakar cair dan rudal yang menggunakan bahan bakar padat, masing-masing dengan implikasi strategisnya sendiri.
Contohnya rudal jarak jauh Iran, termasuk seri Shahab, biasanya menggunakan bahan bakar cair. Rudal-rudal ini memerlukan proses pengisian bahan bakar yang kompleks sebelum diluncurkan, yang melibatkan dua tangki terpisah, satu untuk bahan bakar dan satunya lagi untuk oksidator.
BACA JUGA:Setelah Perang 2 Hari, Ini Kerugian Terbesar yang Diderita AS dan Israel
Operasi ini sensitif terhadap waktu, berbahaya, dan membutuhkan infrastruktur peluncuran ketat serta kru darat. Hal ini menjadikan tahap pengisian bahan bakar sebagai titik terlemah rudal, terutama di bawah pengawasan ketat satelit musuh dan pesawat pengintai.
Untuk mengurangi risiko terdeteksi dan diserang, Iran sering melakukan operasi pengisian bahan bakar di malam hari, ketika jarak pandang terbatas dan kemungkinan terdeteksi dari udara rendah secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
