Kiat Puasa Lancar bagi Pasien Jantung, Ikuti Kata Dokter Spesialis Ini
dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr Adrian Masno Sp.JP(K)-FIHA, FAsCC--ilustrasi
RADARKAUR.DISWAY.ID - Saat puasa ada beberapa orang yang perlu memperhatikan kondisi kesehatan. Salah satunya para pengidap penyakit jantung. pengidap penyakit jantung memang mempunyai kondisi yang tidak memungkinkan mereka untuk menjalani ibadah puasa. Namun, pasien jantung juga bisa melakukan puasa asal dalam kondisi stabil.
Hal tersebut diungkapkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr Adrian Masno Sp.JP(K)-FIHA, FAsCC. Katanya, sebelum pasien jantung berpuasa agar berkonsultasi dengan dokter ahlinya. "Sebelum berpuasa pasien jantung harus melakukan konsultasi dahulu dengan dokter apakah kondisi bapak ibu cukup stabil untuk berpuasa," ujar dr Adrian.
Dikatakannya, bila pasien ingin berpuasa lakukanlah sahur dengan baik yakni mengonsumsi makanan-makanan bergizi, rendah garam, rendah minyak dan tinggi protein sehingga pasien bisa mendapatkan nutrisi cukup untuk menyelesaikan puasa.
"Berikutnya obat-obatan harus dikonsumsi dengan teratur, tidak ada obat yang tidak diminum sehingga bisa menimbulkan penyakit akibat puasanya," ujarnya.
BACA JUGA:Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Kejari dan Pemda Kaur Gelar Pasar Murah untuk Warga
Dia menuturkan, tips berikutnya saat berbuka puasa maka berbukalah dengan kurma dan air. Kemudian lanjut dia, apabila ada tanda-tanda bahaya seperti nyeri di dada, sesak napas, keringat dingin, berdebar-debar, rasa mau jatuh dan penglihatan gelap maka segeralah berbuka puasa serta konsultasikan kepada dokternya.
"Untuk konsultasi penyakit jantung dan pembuluh darah dapat datang ke poli graha eksekutif pada Selasa, Rabu dan Kamis atau di poli reguler Senin dan Jumat," sambungnya.
Lebih jauh dijelaskan, bagi pengidap penyakit jantung, minum air putih yang banyak akan meringankan kerja jantung.
"Pasalnya, dengan banyak minum air putih akan membuat tubuh lebih mudah melarutkan garam dalam darah. Tingginya kandungan garam dalam darah akan membuat darah semakin kental dan volume darah secara keseluruhan akan berkurang. Karena volume darah berkurang, jantung akan bekerja lebih keras untuk menutupi kekurangan tersebut," ungkapnya.
BACA JUGA:Kenapa Rudal Balistik Selalu Dincurkan Malam Hari? Ini Alasannya!!
BACA JUGA:Terjebak Perang Israel-AS Vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Sulit Pulang
Selain itu, jaga agar kebutuhan nutrisi tetap tercukupi. "Para pengidap sakit jantung harus menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi saat sahur dan berbuka. Makanan-makanan tersebut, yaitu makanan yang dimasak dengan digoreng, daging berlemak, sosis, makanan yang diasinkan, dan junk food," pesannya.
Lanjutnya, para pengidap penyakit jantung akan lebih aman jika mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, atau biji-bijian saat berpuasa. Karena selain menyehatkan, makanan ini kaya akan serat dan nutrisi yang menyehatkan jantung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
